Perkuat Pengawasan, Bea Cukai Kembali Jalin Sinergi Dengan Berbagai Pihak

JagatBisnis.com – Terus meningkatkan sinergi dan koordinasi positif dengan berbagai pihak dan aparat penegak hukum lain, Bea Cukai berkomitmen untuk mewujudkan pengawasan yang maksimal. Kali ini sinergi positif tersebut dilakukan oleh Bea Cukai Bengkalis dan Bea Cukai Pantoloan dengan melakukan pertemuan dan koordinasi di wilayah kerja masing-masing.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Tubagus Firman Hermansjah, mengatakan bahwa Bea Cukai Bengkalis serta Bea Cukai Pantoloan menjalankan fungsinya dengan koordinasi dengan aparat penegak hukum lain untuk membahas kerjasama dalam bidang pengawasan.

Di wilayah Riau, Bea Cukai Bengkalis bersama Kepolisian Resor Bengkalis menggelar apel pembukaan patroli laut bersama yang bertempat di Aula Kantor Bea Cukai Bengkalis, pada Rabu, (17/11). Kegiatan ini merupakan tanda digalakkannya patroli bersama antara Bea Cukai Bengkalis dan Polres Bengkalis dalam menjaga perairan di wilayah pengawasan bersama.

Terkait sinergi ini, Firman menjelaskan bahwa hubungan kedua pihak sudah lama terjalin baik, dan akan selalu ditingkatkan. “Koordinasi sudah sangat baik, kepada anggota Kepolisian Resor Bengkalis, Bea Cukai juga memberikan apresiasi atas sinergi dan peran serta dalam 2 kali penindakan narkotika. Yang pertama jenis Methampethamine seberat 44.669 gram dan pil ekstasi berjumlah 48.000 butir dan penindakan kedua terhadap narkotika jenis Methampethamine seberat 20.061 gram dan pil ekstasi berjumlah 854 butir di wilayah hukum Polres Bengkalis,” imbuhnya.

Besoknya, pada Kamis (18/11), Bea Cukai Bengkalis juga menerima kunjungan dari Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Bengkalis. Bea Cukai Bengkalis menyambut dengan baik kehadiran Rupbasan Kelas II Bengkalis, dan keduanya sepakat akan senantiasa meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan dalam pelaksanaan tugas, agar terwujud profesionalisme dalam pelayanan.

Sementara itu dari wilayah Sulawesi Tengah, Bea Cukai Pantoloan yang tergabung dalam Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), turut hadir dalam rapat Timpora pada Rabu (17/11), guna membahas isu penegakan hukum di perbatasan perairan wilayah Republik Indonesia dan pengawasan orang asing di masa pandemi covid-19, dari sudut pandang sosial politik serta kearifan lokal.

Perlu diketuhui bahwa Sulawesi Tengah merupakan provinsi dengan wilayah terbesar di Sulawesi. Namun dari total 14 daerah, jumlah penduduk di Sulteng hanya sekitar 3 juta jiwa, dengan pengawasan 1 Polda dan 5 Kodim. Selain itu, hampir seluruh daerah memiliki pelabuhan aktif dan 8 daerah memliki bandara.

Firman menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut dilakukan pembahasan tentang kerjasama dalam pengawasan masuknya orang asing dan teroris ke wilayah Sulawesi Tengah. “Dalam rapat ditekankan kepada seluruh anggota untuk selalu waspada terhadap tenaga kerja asing dan segala perilaku mencurigakan organisasi masyarakat, dikarenakan pasca Afganistan dikuasai Taliban, diindikasi masuknya jaringan teroris ke wilayah Sulawesi Tengah,” sambungnya.

“Semoga segala upaya sinergi baik antara Bea Cukai dengan berbagai pihak mampu meningkatkan pengawasan di berbagai daerah. Tidak hanya tentang pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai, namun juga tentang semua aspek keamanan negara,” pungkas Firman.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button