Peran Generasi Muda Kenalkan Kopi Indonesia di Mancanegara

JagatBisnis.com – Indonesia merupakan salah satu negara penghasil biji kopi terbesar di dunia. Bahkan, sebagian besar produknya diekspor ke luar negeri. Apalagi, Indonesia memiliki sedikitnyw 35 jenis kopi yang bisa bersaing di global. Oleh sebab itu, untuk lebih memperkenalkan kopi Indonesia ke mancanegara dibutuhka peran generasi muda.

“Melalui jiwa entrepreneurship yang kreatif dari para generasi muda mampu mendorong memperluas pasar kopi Indonesia, terutama di tingkat global sehingga berdampak pada kenaikan ekspor. Apalagi, Indonesia memiliki potensi kopi grade tertinggi. Maka, peluang inilah yang perlu diambil anak muda untuk dikembangkan,” Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Bambang, dalam Webinar Forwatan, bertema “Strategi Pembiyaan Ekspor Pertanian Mendukung Gratieks”, Sabtu (9/10/2021).

Bambang menegaskan, pihaknya sangat terbuka untuk membantu generasi muda untuk merambah bisnis di sektor pertanian, seperti tanaman kopi. Dukungan tersebut diberikan melalui pelatihan di tingkat daerah, hingga penyediaan kredit usaha rakyat (KUR) di sektor pertanian. Sehingga generasi muda yang terjun ke sektor pertanian semakin banyak agar dapat mengoptimalkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

“Adanya kebijakan baru Kementan saat ini, memberikan peluang bagi anak-anak muda untuk memanfaatkan dana KUR untuk hilirisasi. Jadi jangan lagi jual dalam bentuk barang mentah dengan harga murah,” ucap Bambang.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan Dedi Junaedi menambahkan, walaupun masih pandemi Covid-19, tapi hampir semua komoditas perkebunan tumbuh positif. Saat ini komoditas perkebunan utama dari ekspor Indonesia masih berupa kelapa sawit, karet, dan kakao. Ekspor ketiga komoditas itu baik dari sisi volume dan nilai memiliki porsi lebih tinggi dibanding kopi.

“Potensi ekspor kopi mencapai Rp73,79 triliun, sementara capaiannya hanya Rp13,48 triliun. Artinya ada kehilangan potensi ekspor sebanyak Rp60,30 triliun. Karena itu perlu ada perbaikan. Padahal, kopi porsi volume ekspornya hanya 1 persen dengan porsi nilai 3 persen,” bebernya.

Oleh sebab itu, lanjut Dedi, pihaknya berupaya mengoptimal potensi kopi di Indonesia dengan merehabilitasi dan peremajaan tanaman menerapkan sistem penanaman tumpangsari (intercropping), membuat agrowisata berbasis perkebunan kopi, dan membuat pembinaan kopi.

“Jadi Indonesia ini surganya kopi-kopi specialty ada kopi yang punya cita rasa khusus yang enggak ada di negara lain. Ini yang harus kita dorong untuk dipromosikan ke negara-negara lain,” tutup Dedi. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button