Pemerintahan Baru Taliban Ditolak AS

JagatBisnis.com –  Negara-negara di dunia menerangi lapisan rezim terkini Taliban di Afghanistan dengan hati- hati dan takut. Taliban menunjuk tokoh- tokoh pensiunan garis keras ke posisi paling atas, termasuk sebagian figur yang dibidik untuk dibekuk Amerika. Dewan menteri Taliban segenap pria, tanpa wanita dan pihak luar.

Kesatu Menteri sementara Afghanistan, Mohammad Hasan Akhund, mengatakan kalau penguasa sementara akan menjamin keamanan duta, kedutaan besar dan lembaga dorongan manusiawi, menekankan kalau kelompok itu mau membuat ikatan yang positif dan kokoh dengan negara- negara di kawasan dan sekelilingnya. Ia mengimbau mantan administratur yang melarikan diri dari Afghanistan untuk kembali, dengan mengatakan keamanan mereka akan dipastikan.

“ Kita telah menderita kehilangan besar dalam uang dan nyawa untuk momen memiliki ini dalam sejarah Afghanistan. Langkah pertumpahan darah, pembantaian, dan penghinaan kepada banyak orang di Afghanistan telah selesai, dan kita telah melunasi mahal untuk ini,” tutur Akhund pada Angkatan laut(AL) Jazeera.

Puluhan ribu masyarakat Afghanistan telah melarikan diri dari negaranya, setelah Taliban meregang kewenangan pada medio Agustus. Banyak dari mereka khawatir akan bayaran karena ikatan mereka dengan penguasa yang dibantu Barat.

Di Keikhlasan, lusinan wanita turun ke jalur lagi untuk menuntut perwakilan dalam rezim terkini dan supaya hak- hak mereka dilindungi. Segerombol perempuan membuat plakat bertuliskan:” Dewan menteri tanpa perempuan merupakan kekalahan.” Unjuk rasa yang lebih besar pada Selasa bubar kala banyak orang bersenjata Taliban membebaskan tembakan peringatan ke udara.

Cina dan Uzbekistan telah melaporkan kemauan mereka untuk bertugas serupa dengan Taliban. Uni Eropa dan PBB telah melaporkan ketidaksetujuan mereka kepada aransemen penguasa Afghanistan yang terkini.

Sementara itu, Amerika Sindikat( AS) belum membenarkan Taliban dalam kedudukan di Afganistan.

AS melaporkan Taliban akan ditaksir dari tindakan- tindakannya, tetapi menekankan kalau penguasa peralihan yang tidak melibatkan kelompok lain tidak akan jadi tanda- tanda bagus untuk kemantapan era depan negeri itu.

” Ini merupakan dewan menteri sementara. Tidak seorang juga dalam rezim ini, bagus kepala negara ataupun siapa juga di tim keamanan nasional, akan menganjurkan kalau Taliban dihormati dan dinilai sebagai anggota komunitas garis besar,” tutur Ahli Ucapan Bangunan Putih, Jen Psaki, pada reporter.

Menteri Luar Negara AS, Antony Blinken, mengatakan Washington sedang memperhitungkan pemberitahuan Dewan menteri.” Tetapi walaupun melaporkan kalau rezim terkini akan inklusif, catatan julukan yang diumumkan cuma terdiri dari individu- individu yang jadi anggota Taliban ataupun kawan dekat mereka, dan tidak terdapat perempuan,” tuturnya selama kunjungan ke pos udara AS di Jerman yang jadi titik transit untuk para pengungsi dari Afghanistan.

Uni Eropa menyuarakan ketidaksetujuannya atas penunjukan itu, tetapi mengatakan sedia untuk meneruskan dorongan manusiawi. Dorongan waktu jauh akan terkait pada Taliban yang menjunjung besar independensi dasar.

Cina menyambut rezim terkini Taliban

Cina dan Jepang memberikan sambutan hangat pada pembuatan penguasa sementara Taliban di Afghanistan. Cina memandang pembuatan rezim terkini di Afghanistan sebagai tahap berarti mengarah reka ulang negeri itu.

” Kita berambisi penguasa Afghanistan yang terkini akan mencermati dengan cara besar banyak orang dari seluruh suku bangsa dan kelompok, untuk penuhi harapan rakyatnya sendiri dan impian warga global,” tutur Ahli Ucapan Departemen Luar Negara Cina, Wang Wenbin di Beijing, Rabu 8 September 2021.

Cina pula sedia untuk melindungi komunikasi dengan para atasan rezim terkini. Cina meluhurkan independensi, kebebasan, dan integritas wilayah Afghanistan, tutur Wang.

Mullah Mohammed Hasan Akhund- rekanan penggagas kelompok itu, Mullah Omar- ditunjuk sebagai kesatu menteri. Setelah itu Mullah Sirajuddin Haqqani, yang termasuk dalam catatan pencarian teroris AS, dinaikan jadi menteri dalam negara dalam catatan penguasa yang diumumkan pada hari Selasa.

Sementara itu Di Tokyo, seorang administratur besar mengatakan Jepang sedang memantau tindakan Taliban dan akan lalu bertugas serupa dengan Amerika Sindikat dan negara- negara lain, sembari melaporkan kesedihan atas keamanan masyarakat di Afghanistan.

” Melalui berbagai usaha termasuk perbincangan efisien dengan Taliban, kita melakukan yang terbaik untuk membenarkan keamanan masyarakat negeri Jepang dan karyawan lokal yang tertinggal,” tutur Kepala Sekretaris Dewan menteri Katsunobu Kato.

Ia pula menjanjikan sokongan untuk Jepang yang mau meninggalkan negeri Asia Selatan itu.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button