Jarwo Angkat Bicara Soal Bubarnya Naif

JagatBisnis.com –  Berita tentang bubarnya grup band Polos masih jadi pembicaraan hangat para peminat nada Tanah Air. Tak bingung barisan pemikiran juga mengemuka di balik ketetapan kelompok nada berumur 25 tahun itu mengakhiri kiprah mereka.

Sejumlah personel Polos juga luang mengatakan pengakuan dan kesaksiannya akan berakhirnya ekspedisi band yang dirintis dari area kampus Institut Keelokan Jakarta( IKJ) itu.

Setelah David Bayu( vokalis), Emil( bassist) dan Pepeng( drummer) sudah berpendapat di hadapan khalayak apa yang tengah terjadi dalam band mereka, saat ini kesempatan personel Polos yang lain mengatakan penuturannya.

Si gitaris, Dini hari Endra Aspiran ataupun yang lazim disapa Jarwo pula akhirnya saat ini buka suara pertanyaan berita bubarnya Polos.

Dalam konten film yang diposting dalam akun Instagram dan channel YouTube pribadinya, musisi kelahiran 24 November 1975 membeberkan perasaannya saat ini terkait berita bubarnya Polos.

” Halo… Terowongan membuat film ini yang isinya menceritakan tentang Polos. Saat film ini dibuat Polos dikabarkan ataupun diisukan bubar,” catat Jarwo dalam caption cerita film postingannya itu.

” Terowongan pula coba menjabarkan situasi yang terowongan natural di dalamnya. Semoga jadi informasi yang bermanfaat.. Dapat kasih.. Jarwofekgitar,” lanjut Jarwo.

” Kamaren bulan puasa tuh, banyak amat sangat acuman, banyak amat sangat bujukan.. seperti saya ditarik- tarik ingin mengatakan suatu gitu. Terdapat yang nanya pula,‘ abang ni gimana sih? abang Polos, betul gitu deh, U tahulah I ngomong apa’,” jelas gitaris dengan karakteristik khas rambut jauh terurainya itu.

” Melacak memiliki melacak, ternyata di sosmed rame.. lalu tutur Polos sempet jadi trending pula di Twitter. Setelah saya selidiki, terdapat tanya jawab Emil di alat lah.. lalu Pepeng pula interview, David pula jalan- jalan ke channel- channel YouTube terdapat sebut- sebut Polos pula,” tutur Jarwo.

” Tetapi.. saya amati tuh seluruh video- videonya saya amati, saya analisis.. hanya pada akhirnya saya ngeliat kenapa terdapat yang tidak berbarengan betul? apa betul?,” ucap Jarwo.

Lalu, gimana Jarwo menyikapi situasi itu? dan gimana pula dini dari suasana yang menjadikan Polos akhirnya menutup sadapan kiprah bermusiknya?

” Jadi ini, saya ingin narasi ini aja nih.. awalnya kita personel berempat bersama manajemen kita melangsungkan sebuah pertemuan, ini saat sebelum endemi betul tahun 2019,” jelas Jarwo.

” Kita bertemu di rumahnya Emil di Bekasi, salah satu skedul yang diulas kita ngomongin HAKI( Hak Kekayaan Intelektual) mematenkan brand Polos mulai dari logo, lalu turunan- turunannya, bidang usahanya apa aja,” tutur Jarwo.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button