Inilah Bahan Makanan Penghambat Diet

JagatBisnis.com –   Jika ingin menurunkan berat badan, sebaiknya periksa makanan yang dikonsumsi. Karena sejumlah bahan yang terkandung dalam makanan tersebut bisa menggagalkan proses penurunan berat badan. Umumnya, bahan makanan yang menghambat diet tersebut berupa emulsi, penyedap rasa, pengawet, dan pewarna makanan.

Ahli nutrisi Toby Amidor menyebutkan, propionat adalah salah satu pengawet makanan yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan jamur pada sejumlah makanan. Misalnya, makanan yang dipanggang, roti, dan keju. Karena paparan kronis terhadap dosis propionat pada tikus menyebabkan kenaikan berat badan secara bertahap.

“Tentu saja diperlukan lebih banyak penelitian untuk melihat apa yang terjadi pada manusia yang mengonsumsi makanan dengan bahan tambahan ini secara kronis, karena kebanyakan orang tidak,” katanya, Selasa (19/10/2021).

Sementara itu, Ahli gizi Laura Gilstrap menambahkan bahan pengawet lainnyq yang menghambat diet adalah Natrium benzoat. Bahan pengawet ini kerap ditambahkan dalam sejumlah makanan kemasan. Karena mengkonsumsi natrium benzoat dapat mengganggu hormon sehingga menimbulkan perasaan lapar.

“Bahan pengawet ini bekerja dengan menekan hormon yang disebut leptin, hormon kenyang alami yang ada dalam tubuh,” ungkapnya.

Menurut dia, bahan lain yang menghambat diet, yaitu evaporated cane juice (pemanis) yang banyak digunakan dalam kopi, teh, dan makanan yang dipanggang. Karena pemanis ini sering dikaitkan dengan penambahan berat badan, obesitas, dan diabetes.

“Pengganti gula ini sama bahayanya dengan gula. Karena masih dapat mempengaruhi lingkar pinggang dan meningkatkan peradangan. Sehingga menimbulkan hampir semua penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker,” ucap Gilstrap.

Ahli gizi Jackie Newgent mengungkapkan, sukralosa juga dapat menghambat penurunan berat badan. Karena sukralosw adalah pemanis non-nutrisi yang banyak digunakan untuk makanan dan minuman, seperti soda.

“Jika dibandingkan dengan gula, asupan sukralosa mungkin pada dasarnya menipu otak dan meningkatkan nafsu makan pada wanita dan orang-orang dengan obesitas,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, Bisphenol-A atau dikenal juga dengan BPA adalah aditif yang banyak ditemukan pada kaleng minuman maupun kemasan makanan. Studi menunjukkan paparan yang tinggi pada BPA dapat meningkatkan risiko obesitas karena perubahan hormonal.

@Untuk mengurangi konsumsi bahan makanan ini, periksa kembali bahan yang digunakan dalam makanan yang dikemas. Batasi pula konsumsi makanan dan minuman kemasan atau cepat saji,” tutup Jackie. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button