Hadapi Krisis Ekonomi, Ini Peran ZISWAF di Tengah Pandemi COVID-19

JagatBisnis – Pandemi Covid-19 telah berimbas pada sektor ekonomi, tiap bulan harus menelan pil pahit akibat penjualan dan tingkat konsumen yang lemah memicu penurunan jual beli. Selain itu pemutusan hubungan kerja (PHK) juga berpotensi menimbulkan polemik baru di tengah pandemi ini. melihat proyeksi ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 yang dikeluarkan Kementerian Keuangan, yakni minus 1% sampai minus 2,9%. Dampak resesi sangat dirasakan oleh warga kelas menengah ke bawah. Hal ini dikarenakan mereka sangat bergantung pada upah dan tidak memiliki simpanan yang memadai.

Potensi syariat zakat, infaq, sedekah dan wakaf mempunyai posisi penting di tengah krisis saat ini. Inilah waktu yang tepat dalam mendorong potensi zakat, infaq, sedekah dan wakaf dalam mengentaskan krisis maupun problematika sosio-ekonomi masyarakat dan membantu pemerintah mengatasi permasalahan ini. “Mendorong literasi akan potensi zakat, infaq, sedekah maupun wakaf (ZISWAF) merupakan peran kita bersama yang tidak terlepas dari tata kelola lembaga tersebut dalam mengelola potensi ZISWAF sehingga dapat membentengi dari potensi-potensi krisis maupun problematika sosio-ekonomi dampak dari pandemi Covid-19. Selain itu peran ZISWAF di tengah pandemi Covid-19 yakni mendorong terciptanya beberapa sektor penting seperti sektor pertanian dalam rangka pemenuhan pangan, sektor kesehatan hingga sektor pendidikan,” ujar Haryo Mojopahit selaku GM Advokasi dan Bantuan Hukum Dompet Dhuafa.

Tujuan utama pemberlakuan ziswaf tentunya adalah untuk meningkatkan manfaat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan sebagai penanggulangan kemiskinan. Oleh karena itu gotong royong dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat maupun keterlibatan aktif dari lembaga zakat diharapkan dapat menurunkan angka krisis ekonomi di tengah Covid-19. Selain itu peran serta stakeholder serta kerjasama berbagai institusi pemerintahan dibutuhkan dalam peran Ziswaf di Indonesia dengan mayoritas penduduknya adalah umat muslim dapat terhindar atau setidaknya meminimalisasi dampak krisis dan resesi ekonomi global.

“Dimasa sulit seperti saat ini kesiapan Masyarakat menengah kebawah sangat diprioritaskan, dengan dukungan peranan Dana ZISWAF, seperti memberikan edukasi terhadap program yang sederhana namun potensial dilakukan seperti Budi Kolbu (Budi Daya kolam Buatan) ataupun Budikdamber (Budi Daya Ikan Dalam Ember). Peran serta masyarakat menjadi point penting dalam pertumbuhan dan pelaksanaannya, menjadi kesiapan pangan tersendiri menghadapi segala hal yang terjadi dalam gejolak ekonomi saat ini, termasuk kesiapan menghadapi Resesi,” lanjut Haryo Mojopahit.

Hal tersebut turut diutarakan oleh Banu Muhammad yang juga Dosen FEB UI, “Kondisi krisis membuat zakat harus hadir untuk menguatkan daya beli masyarakat dengan inovasi penyaluran,seperti kita bisa bangun ikatan sosial di DKM lokal untuk menyelesaikan wilayah itu. jadi memang perlu program ekonomi yang mendorong ekonomi komunitas”. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button