Gandeng Pergizi Pangan, FFI Edukasi Gizi dan Salurkan Produk Berkualitas

JagatBisnis.com – Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro menyampaikan harapannya dalam penyelenggaraan Hari Gizi Nasional 2021 yang memfokuskan pada peran Ibu dan perempuan.

Frisian Flag Indonesia (FFI) menyadari pentingnya peran Ibu dan perempuan dalam pemulihan bidang kesehatan, sosial dan ekonomi di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Dalam hal kesehatan, di beberapa area pandemi ini berdampak pada meningkatnya isu kekurangan gizi dalam keluarga.

Berita Terkait

“Untuk itu kami sangat bergembira ketika dapat terus bekerjasama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia di Hari Gizi Nasonal 2021 dan memfokuskan pada kegiatan-kegiatan edukasi yang memberdayakan Ibu dan perempuan dalam meningkatkan perilaku sadar gizi melalui program #IndonesiaSIAP yang diinisiasi oleh FFI. Kami juga berterimakasih kepada Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dan Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Provinsi Sumatera Selatan atas dukungannya untuk program kali ini,” kata dia, dalam webinar bertajuk #IndonesiaSIAP: Peran Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Kuat melalui Pemenuhan Gizi Seimbang, Jumat (29/1/2021).

Webinar diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan peran para Ibu sebagai motor penggerak dalam meningkatkan perilaku sadar gizi di dalam keluarga.

Selain Andrew F. Saputro, narasumber lain dalam webinar itu ialah Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Hardinsyah; Pengurus Pergizi Pangan Indonesia, dr Lucy Widasari; Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas, Subandi; Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Fery Fahrizal; Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Selatan, Febrita Lustia Herman Deru

Hari Gizi Nasional 2021 menjadi momentum yang tepat bagi FFI dalam mewujudkan visi ‘Nourishing a Better Planet’ dengan memberikan edukasi literasi gizi kepada Ibu dan Perempuan, serta memberikan akses susu terjangkau berkualitas seperti Susu Bubuk Frisian Flag® Kompleta bagi keluarga Indonesia.

Produk Susu Bubuk tersebut sebagai salah satu produk pangan bergizi dan terjangkau diharapkan dapat memberikan banyak manfaat untuk masyarakat, diformulasikan secara khusus sebagai upaya untuk berkontribusi dalam menjawab permasalahan gizi di Indonesia sebagai salah sumber protein hewani dengan kandungan protein, 11 vitamin dan 6 mineral, di antaranya Vitamin A, Vitamin B Kompleks, Vitamin D, kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, dan lain-lain.

“Ketersediaan produk bergizi yang terjangkau dan edukasi membangun literasi gizi dalam masyarakat adalah upaya yang dibutuhkan saat ini. Selain itu, kolaborasi menjadi kunci kesuksesan membangun literasi gizi masyarakat. Kami berharap inisiatif #IndonesiaSIAP dapat menjembatani apa yang ingin dicapai FFI dan Pergizi Pangan Indonesia, dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia khususnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk terus bergerak bersama meningkatkan peran Ibu dan perempuan untuk menyiapkan anggota keluarga menjalani kenormalan baru. Ayo #JagaGiziMereka untuk wujudkan keluarga Indonesia yang kuat, sehat dan sejahtera,” jelas Andrew.

Sebagai tumpuan keluarga untuk pemenuhan gizi, sosok Ibu sebagai perempuan yang tangguh juga harus memperhatikan tercukupinya gizi seimbang bagi keluarganya.

Hal ini diutarakan oleh Pengurus Pergizi Pangan Indonesia, dr. Lucy Widasari memaparkan, para Ibu dan perempuan sebagai Wanita Usia Subur (WUS) penting menjaga dan memenuhi kebutuhan gizinya sebelum dan selama kehamilan untuk mencegah kelahiran anak dengan kondisi kekurangan gizi.

“Zat gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral, dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, namun memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan hormon, mengatur aktivitas enzim, sistem imun, dan sistem reproduksi. Protein hewani tingkat penyerapannya lebih tinggi, yaitu 25 persen dibandingkan protein nabati. Kualitas protein sendiri ditentukan oleh jenis dan jumlah asam amino esensial yang dikandungnya. Zat gizi mikro, terutama zat besi dibutuhkan dalam tiap fase kehidupan. 50 persen – 60 persen anemia disebabkan karena kekurangan zat besi. Makanan kaya asam amino esensial yang terkandung dalam protein hewani, beberapa diantaranya adalah ikan dan susu,” jelas dia.

Mewujudkan masyarakat sadar dan peduli terhadap pedoman gizi seimbang tentunya membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Hal ini mendapat tanggapan positif dari Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Hardinsyah.

“Pergizi Pangan Indonesia memiliki kesamaan visi dengan FFI, yaitu kepedulian untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang makanan dan gizi, termasuk makanan dan minuman yang bergizi untuk masyarakat Indonesia. Pergizi Pangan Indonesia terus bekerjasama dengan pemerintah dan berbagai pihak-pihak terkait untuk dapat menyebarluaskan wawasan dan pemahaman masyarakat terhadap perbaikan gizi. Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat membantu merealisasikan keluarga sehat dan kuat melalui pemenuhan gizi seimbang,” terang dia.

Senada dengan hal ini, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Bappenas, Subandi menegaskan, ritme pemerintah dalam upaya perbaikan gizi tidak penah menurun, terutama di tengah pandemi. Pentingnya perbaikan gizi bahkan masuk ke dalam amanat pembangunan jangka menengah 2020 – 2024 untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing. Upaya perbaikan gizi ini merupakan investasi yang strategis dalam hal kualitas sumber daya manusia. Tujuan ini juga sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030, dalam salah satu poinnya adalah menghilangkan segala kekurangan gizi pada tahun 2030 dan mencapai target yang disepakati secara internasional untuk anak pendek dan kurus yang berusia di bawah 5 tahun.Upaya ini tentunya membutuhkan hubungan tidak hanya dari pemerintah saja, melainkan juga aktor dari non-pemerintah, seperti pihak swasta, media, dan masyarakat. Hubungan non-pemerintah, seperti Kader PKK, Keluarga, dan individu, juga sangat penting. Kader PKK sangat dekat dengan keluarga dan masyarakat, sehingga peranannya sangat kuat dalam mengedukasi ibu dan keluarga dalam memilih produk pangan yang sehat dan bergizi bagi seluruh keluarga. Dalam keluarga, peran perempuan sangat penting karena perempuan atau ibu memiliki peran utama dalam menentukan pola konsumsi rumah tangga, mulai dari menetapkan menu, variasi makanan, memilih bahan makanan, sampai memasak dan menyajikannya,” terang dia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Fery Fahrizal menyampaikan, salah satu arah kebijakan dalam rencana pembangunan jangka menengah tahun 2020 – 2024, yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta yang didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Sesuai dengan arahan kebijakan tersebut, kegiatan prioritas yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan untuk bidang kesehatan itu ada lima, yaitu: 1) Peningkatan kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, serta kesehatan reproduksi, 2) Perbaikan gizi masyarakat, 3) Penurunan penyakit, 4) Pemberdayaan gerakan masyarakat hidup sehat 5) Pengawasan gizi kesehatan, serta obat dan makanan. Kegiatan percepatan perbaikan gizi masyarakat ini ada satu fokus prioritas, yaitu penurunan stunting pada tahun 2024, dimana harus menjadi 14 persen. Tentu diperlukan upaya keras dan serius, perlu kerjasama, koordinasi, dan antusias dari semua pihak,” papar dia.

Dukungan juga datang dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Lustia Herman Deru. Dia mengatakan, PKK Sumatera Selatan memiliki peran penting dan siap berpartisipasi dalam aktivitas pelatihan dengan tema keluarga sehat dan kuat melalui pemenuhan gizi seimbang bersama Tim Penggerak PKK Sumatera Selatan.

“Kami merasa perlu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebutuhan gizi seimbang dengan berbagai program serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami menyambut baik inisiasi dari Frisian Flag Indonesia melalui kegiatan ini dan kami mengharapkan nantinya dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya keluarga. Saya juga ingin mengajak masyarakat Sumatera Selatan untuk bersama-sama terlibat aktif dalam percepatan perbaikan gizi, khususnya gizi anak. Dengan terciptanya pemenuhan gizi yang baik, maka terciptalah anak-anak yang memiliki masa depan yang baik sebagai calon penerus bangsa Indonesia,” ujar dia.(saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button