Bea Cukai Perkuat Integritas Pegawai Melalui Kegiatan Internalisasi

JagatBisnis.com – Sebagai upaya menjaga kedisiplinan dan meningkatkan integritas pegawai, Bea Cukai mengadakan kegiatan internalisasi untuk memberikan edukasi terkait integritas kepada para pegawai yang kali ini digelar oleh Bea Cukai Tanjung Perak, Bea Cukai Ternate, dan Bea Cukai Kuala Langsa.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, Sulaiman, menyampaikan melalui kegiatan ini Kantor Bea Cukai Perak dapat berproses lebih baik lagi untuk menuju kantor yang meraih predikat sebagai wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM), yang sebelumnya sudah pernah meraih predikat sebagai wilayah bebas korupsi (WBK). Ia juga menyampaikan materi Internalisasi Gratifikasi, Benturan Kepentingan dan Whistleblowing System.

“Whistleblowing System dapat memfasilitasi setiap orang yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu pelanggaran. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh pegawai mencegah terjadinya penyimpangan yang menjadi peran dan tanggung jawab bersama,” jelas Sulaiman.

Sosialisasi terkait integritas juga diberikan kepada pegawai Kantor Bea Cukai Langsa terkait dengan pemantauan kode etik, pengendalian gratifikasi, serta tata cara menyampaikan laporan gratifikasi yang diterima oleh orang lain.  Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka internalisasi Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor SE-05/BC/2021 tanggal 28 Juli 2021 tentang Program Penguatan Integritas Pegawai di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

“Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi ini dapat memperkuat integritas pegawai, sehingga mendukung peningkatan peran dan kinerja pegawai menuju profesionalisme pelayanan, pengawasan dan pemeriksaan, efektivitas pencegahan dan penindakan, serta menjaga kepercayaan masyarakat (public trust) melalui peningkatan kinerja dan citra organisasi,” pesan Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Tri Hartana.

Upaya untuk meningkatkan integritas juga dilakukan Bea Cukai Ternate dengan menyelenggarakan sosialisasi pengisian survei penilaian integritas (SPI), yang dilakukan terhadap suatu institusi atau organisasi untuk memetakan dan memonitor risiko prevalensi korupsi, sehingga dapat meningkatkan kesadaran risiko korupsi dan perbaikan sistem antikorupsi.

“Dengan terlaksananya sosialisasi dan survei ini semoga dapat menjadi bahan perbaikan dalam memperkuat sistem integritas dan antikorupsi pada pegawai Bea Cukai Ternate,” harap Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Shinta Dewi Arini.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button