Bea Cukai Gencar Bina Pelaku Usaha IKM-UMKM Lirik Pasar Internasional

JagatBisnis.com – Bea Cukai di berbagai daerah gencar adakan sosialisasi dan pelatihan terkait prosedur ekspor demi bantu produk IKM-UMKM bersaing di pasar internasional. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk upaya Bea Cukai dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Plt Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, M. Hatta Wardhana menyampaikan bahwa Bea Cukai siap dukung gagasan pemerintah dalam uapaya pemulihan ekonomi nasional. Kali ini Bea Cukai Jambi, Bea Cukai Cilacap dan Bea Cukai Pantoloan adakan sosialisasi dan pelatihan terkait prosedur ekspor demi wujudkan hal tersebut.

Di Jambi, demi genjot produk UKM khususnya dari sektor pertanian dan perikanan, bertempat di Kantor Bantu Pelayanan Bea dan Cukai Kuala Tungkal, Bea Cukai Jambi bekerjasama dengan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jambi serta Badan Karantina Pertanian Jambi, adakan klinik ekspor terkait prosedur ekspor menuju pasar global.

Hatta menambahkan, melalui program klinik ekspor Bea Cukai berperan dalam asistensi kepada masyarakat, demi peningkatan kualitas produk dan jelasnya auran terkait tatalaksana ekspor menuju pasar global. Meski di tengah pandemi adanya kegiatan temu wicara seperti ini, kami harap tetap memberikan dukungan kepada masyarakat.

Sementara itu, bertajuk forum sambung rasa dengan mengusung tema menuju UMKM berani ekspor mandiri, Bea Cukai Cilacap juga mengadakan sosialisasi dan pelatihan terkait prosedur ekspor. Mengingat potensi ekspor di wilayah Cilacap dan Kebumen terhitung besar, namun masih terdapat kendala mulai dari ketersediaan bahan baku, kualitas bahan baku, persyaratan yang harus dipenuhi, hingga masalah pembayaran.

“Saya berharap, walaupun kecil semakin lama akan menjadi besar, tidak tiba-tiba menjadi besar. Kita akan berusaha semaksimal mungkin membantu pelaku usaha untuk bisa melakukan ekspor,“ tambah Hatta.

Tidak ketinggalan, dari wilayah Sulawesi Tengah, Bea Cukai Pantoloan turut memberikan pelatihan kepada eksportir baru. Dalam kegiatan ini, eksportir baru diberikan bimbingan terkait langkah-langkah instalasi modul pemberitahuan ekspor barang (PEB).

Diharapkan ekportir baru ini dapat segera merealisasikan kegiatan ekspornya, hingga dapat diikuti oleh pelaku usaha lainnya. Mengingat Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang kaya akan rempah-rempah dan hasil bumi. Seperti kelapa, kopra, durian, lada, pala, kemiri, biji kakao, bawang merah, serta berbagai macam hasil bumi lainnya.

“Diharapkan kegiatan ini dapat menambah wawasan dan motivasi kepada pelaku usaha IKM-UMKM, sehingga usahanya dapat berkembang dan merambah ke dunia internasional,” kata Hatta. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button