Balap Liar di Jakarta Pusat Makin Ugal-ugalan

JagatBisnis.com – Aksi balap buas masih saja terjadi di jalanan Bunda Kota. Puluhan motor kembali mengadakan aksi trek- trekan di Jalur Gunung Sahari Raya, Kebun Besar, Jakarta Pusat, Senin dini hari ini, 9 Agustus 2021.

Aksi balap buas yang dimulai sejak sekitar jam 01. 00 Wib ini berjalan sampai jam 04. 00 Wib. Hingga aksi balap buas berakhir, tak sekali juga petugas tiba untuk membubarkan aksi kebut- kebutan itu.

Amatan di Jalur Gunung Sahari, massa yang didominasi anak belia itu melakukan aksi balap buas sampai menutup jalur. Akhirnya, sejumlah alat transportasi yang akan melintas tak diberi jalur untuk melalui.

Kacaunya, terdapat sebagian orang dari kelompok balap buas ini meminta alat transportasi yang melintas untuk putar balik, menunggu, ataupun mencari rute pengganti lain. Sebagian alat transportasi yang pasrah, terpaksa wajib menunggu sampai jalur itu dibuka dan yang yang lain mencari rute lain untuk bisa meneruskan ekspedisi.

Masyarakat setempat juga berterus terang gelisah dengan terdapatnya aksi balap buas ini. Karena, aksi itu amat mengusik karena terjadi di malam hingga dini hari.

Dwi, masyarakat Gunung Sahari mengatakan, aksi balap buas ini sudah kerap terjadi di Jalur Gunung Sahari Raya ini. Bahkan, aksi balap buas ini dilakukan 2 kali seminggu.

” Kerap( balap buas), seminggu dapat 2 kali. Jadwalnya Sabtu malam dan Minggu malam, kadangkala pula Jumat malam. Biasanya mulai pacuan jam 01. 00 Wib hingga jam 05. 00 Wib jika tak dibubarin,” tutur Dwi, saat ditemui di posisi.

Dwi juga berterus terang gelisah dengan aksi balap buas ini. Walaupun sudah kerap dibubarkan polisi, tetapi aksi balap buas ini tetap saja dilakukan.

” Betul sebenarnya menggelisahkan, tetapi kan ini memang bukan masyarakat mari( Gunung Sahari). Makanya di mari seluruh gerbang ditutup, jadi bukan masyarakat mari,” tuturnya.

Beliau menambahkan kalau dalam aksi balap buas itu biasanya dilakukan taruhan uang. Tetapi, beliau tak mengenali tentu jumlahnya.

” Tuturnya terdapat( taruhan), tetapi aku tak sempat liat terdapat taruhannya uang ataupun apa, soalnya start- nya kan di akhir situ. Tetapi tadi kan terdapat yang teriak- teriakan cocok terdapat yang berhasil( pacuan), jadi mungkin terdapat taruhannya,” imbuh Dwi.

Dwi meminta supaya aksi balap buas bisa segera ditangani petugas. Tidak hanya karena kendala sosial dan lalu rute, tak jarang pula terjadi musibah dan aksi tawuran yang berefek pada masyarakat setempat.

” Biasanya dibubarin polisi, tetapi jika malam ini tak terdapat Polisi. Jika dapat ditintak jelas, soalnya dapat imbasnya ke desa( pemukiman masyarakat). Kadangkala jika terdapat masalah mereka tawuran,” tuturnya.

Aksi seragam sudah kerap terjadi 3 hari belum lama ini di jalanan biasa Bunda Kota. Pada Sabtu dini hari lalu, 7 Agustus 2021, aksi trek- trekan mobil terjadi di Jalur Gapura Anak muda, Senayan, Jakarta Pusat.

Tidak hanya itu, aksi kebut- kebutan motor pula terjadi di Jalur Area Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu dini hari kemarin, 8 Agustus 2021. Setelah itu, perihal seragam kembali terjadi di Jalur Gunung Sahari.

Mirisnya, seluruh aktivitas yang mengusik kenyamanan lalu rute dan sosial itu tak terpantau serupa sekali oleh petugas kepolisian. Seluruh aksi kebut- kebutan itu berjalan mudah sampai berakhir tanpa pembubaran dari petugas.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button