Ekbis  

PT TASPEN (Persero) Ungkap Strategi Investasi di Pasar Saham: Fokus pada Saham Berkualitas dengan Fundamental Kuat

PT TASPEN (Persero) Ungkap Strategi Investasi di Pasar Saham: Fokus pada Saham Berkualitas dengan Fundamental Kuat

JagatBisnis.com – PT TASPEN (Persero), perusahaan pengelola dana pensiun terbesar di Indonesia, mengungkapkan strategi investasi yang diterapkan dalam penempatan dananya di pasar saham. Corporate Secretary TASPEN, Henra, menjelaskan bahwa dalam memilih saham untuk investasi, TASPEN melakukan analisis mendalam terhadap beberapa faktor penting, yaitu kondisi makroekonomi, prospek bisnis emiten, likuiditas, dan valuasi saham.

Strategi Investasi: Buy on Weakness

Henra mengungkapkan bahwa TASPEN lebih memilih untuk mengimplementasikan strategi “buy on weakness”, yang berarti membeli saham-saham berkualitas yang memiliki fundamental kuat tetapi sedang diperdagangkan dengan harga undervalued akibat sentimen pasar. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan harga yang lebih baik di saat pasar sedang mengalami koreksi.

Baca Juga :   The Fed Tak Terburu-buru Turunkan Suku Bunga, Pasar Saham Bergejolak

Alokasi Portofolio Investasi

Meskipun begitu, Henra juga mengungkapkan bahwa portofolio saham TASPEN lebih kecil dibandingkan dengan instrumen pendapatan tetap. Secara keseluruhan, hingga akhir 2024, nilai investasi TASPEN diperkirakan mencapai sekitar Rp 350 triliun, dengan porsi penempatan investasi di instrumen saham berada pada kisaran 3% hingga 4%. Sebagian besar dana investasi, sekitar 88% hingga 89%, ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap dan deposito yang dianggap lebih stabil.

Baca Juga :   Pasar Saham RI Tetap Tangguh, Tak Gentar Resesi Jepang dan Inggris

Proyeksi untuk 2025: Saham Masih Potensial

Henra menyatakan bahwa meskipun volatilitas pasar saham global dan domestik masih tinggi, akibat ketidakpastian ekonomi, perlambatan global, serta tensi geopolitik, TASPEN tetap melihat potensi pasar saham. Jika volatilitas mereda, dengan adanya katalis positif seperti pemangkasan suku bunga atau stimulus fiskal, saham akan tetap menjadi instrumen yang menarik untuk investasi pada 2025.

Selektivitas dalam Memilih Emiten

TASPEN akan tetap melakukan pemilihan emiten secara selektif. Kriteria utama dalam pemilihan saham antara lain valuasi yang menarik, prospek bisnis yang baik, serta rekam jejak emiten yang rutin membagikan dividen kepada pemegang saham. Dengan strategi ini, TASPEN bertujuan untuk menjaga pertumbuhan portofolio yang optimal, meskipun tetap memperhatikan aspek risiko yang ada.

Baca Juga :   Pasar Saham RI Tetap Tangguh, Tak Gentar Resesi Jepang dan Inggris

Secara keseluruhan, strategi investasi yang diterapkan oleh TASPEN mencerminkan kehati-hatian dan pendekatan yang rasional dalam mengelola dana pensiun. Di tengah volatilitas pasar, TASPEN tetap berfokus pada stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang untuk kesejahteraan pesertanya. (Mhd)