Ekbis  

Strategi Perbankan Digital dalam Menarik Dana Pihak Ketiga (DPK)

Strategi Perbankan Digital dalam Menarik Dana Pihak Ketiga (DPK). Foto : jago.com

JagatBisnis.com – Di tengah persaingan yang ketat dalam menjaring Dana Pihak Ketiga (DPK), perbankan terus mengembangkan strategi untuk memanfaatkan ekosistem digital yang mereka miliki. Hal ini terlihat dari langkah-langkah strategis yang diambil oleh beberapa bank digital terkemuka di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah PT Super Bank Indonesia, atau yang lebih dikenal sebagai Superbank, yang baru-baru ini melakukan integrasi dengan aplikasi transportasi online, Grab. Superbank, yang merupakan bagian dari grup Emtek, melihat integrasi ini sebagai langkah awal untuk memanfaatkan potensi besar dari jutaan pengguna Grab sebagai nasabah potensial baru.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menjelaskan bahwa keberadaan mereka sebagai satu-satunya bank yang berintegrasi langsung dengan Grab memberikan akses eksklusif untuk menjangkau jutaan pengguna aplikasi tersebut. Integrasi ini diharapkan akan menjadi landasan bagi Superbank untuk berkolaborasi dengan ekosistem lainnya, termasuk Ovo yang juga dimiliki oleh grup Emtek.

Baca Juga :   Mulai dari Rp1 Sekarang Bisa Menabung di Aplikasi GoPay Tabungan By Jago

Meskipun Tigor tidak merinci target pasti Dana Pihak Ketiga yang mereka incar melalui integrasi ini, dia menegaskan bahwa fokus utama Superbank saat ini adalah untuk menangkap potensi besar dari ekosistem yang mereka miliki.

Pada kuartal pertama tahun 2024, Superbank mencatat pertumbuhan signifikan dalam Dana Pihak Ketiga mereka, dengan kenaikan sebesar 27,81% secara tahunan menjadi Rp 602 miliar. Tabungan merupakan produk yang mengalami pertumbuhan paling pesat, meningkat sebesar 484% year-on-year menjadi Rp 146 miliar.

Bank lain yang juga mengadopsi strategi serupa adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO), yang melalui produk GoPay Tabungan berhasil menarik perhatian dari 1,7 juta nasabah per Mei 2024. Direktur Kepatuhan & Corporate Secretary Bank Jago, Tjit Siat Fun, menjelaskan bahwa bank ini fokus pada pengembangan produk dan layanan yang terintegrasi dengan berbagai ekosistem digital, seperti Gojek, GoTo Financial, Tokopedia, dan TikTok.

Baca Juga :   Mulai dari Rp1 Sekarang Bisa Menabung di Aplikasi GoPay Tabungan By Jago

Meskipun GoPay Tabungan masih tergolong sebagai produk baru, kontribusinya terhadap total Dana Pihak Ketiga Bank Jago telah memberikan dampak positif, meskipun belum signifikan.

Sementara itu, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) di bawah kepemimpinan Direktur Utama Indra Utoyo, mengadopsi model Open Banking dengan menjalin kemitraan strategis tidak hanya dengan ekosistem CT Corpora, tetapi juga dengan beberapa ekosistem terkemuka lainnya. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah kepada pengguna melalui layanan perbankan digital yang mudah diakses dan bermanfaat dalam kegiatan sehari-hari.

Baca Juga :   Mulai dari Rp1 Sekarang Bisa Menabung di Aplikasi GoPay Tabungan By Jago

Indra Utoyo juga menekankan bahwa strategi kolaborasi seperti ini membantu Allo Bank untuk menyediakan layanan yang relevan dan efisien sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dengan demikian, strategi perbankan digital yang terfokus pada integrasi dengan ekosistem digital tampaknya menjadi kunci untuk mengoptimalkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga di tengah persaingan yang semakin ketat. Meskipun masih ada tantangan, seperti dominasi komposisi DPK oleh ekosistem tertentu, langkah-langkah ini menunjukkan potensi untuk mengubah landscape perbankan di masa mendatang. (Mhd)