Tekno  

YouTube Mulai Haramkan Kata-kata Kasar dan Tak Senonoh

JagatBisnis.com –  Youtube akhirnya menerapkan kebijakan baru yang akan sangat berdampak besar pada kreator konten. Mulai sekarang YouTube melarang para kreator konten menggunakan kata-kata kasar dan tak senonoh dalam berkreasi. Tidak hanya melarang dari segi konten, tapi juga mengharamkan kata-kata kasar dijadikan judul. Artinya kata-kata kasar benar-benar haram berada di YouTube.

Bagi yang melakukan pelanggaran tersebut Youtube akan melakukan demonetisasi. Artinya menghilangkan iklan-iklan yang ada di konten tersebut. Peraturan baru itu justru tidak hanya berlaku pada konten baru, tapi juga konten lama. Jika ditemukan adanya penggunaan kata-kata kasar di konten lama, maka akan memagari konten tersebut dengan peraturan pembatasan usia.

Peraturan baru tersebut disebutkan SVG sangat berdampak pada kreator kanten gaming. Karena beberapa kreator konten sudah merasakan kreasi mereka telah diberlakukan pembatasan usia penonton. Mereka menduga pembatasan juga terjadi tidak hanya karena adanya ucapan kasar, tapi juga adanya tampilan video game yang menampilkan adegan kekerasan.

Baca Juga :   Google Akhirnya Rilis Update untuk Aplikasi YouTube Versi iOS

Hal itu dialami oleh Youtuber 402THUNDER402. Dimana konten promo video game Modern Warfare 2 yang ada di kanalnya langsung kena pembatasan.

Baca Juga :   Youtube Akhirnya Tayangkan Kembali Konten Disney

“Ini benar-benar kacau, video saya dibatasi karena intro? Kekerasan? Tolong YouTube pasti ada kesalahan besar di sini,” tulisnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Daniel Condren pemilik kanal YouTube, RTGame. Dia malah mendapatkan banyak pembatasan saat melakukan komplain ke YouTube. Pasalnya YouTube kembali melakukan review di berbagai konten yang dibuat Daniel Condren. Hasilnya banyak konten yang melanggar ketentuan baru itu.

Baca Juga :   YouTube dan Sejumlah Layanan Google Sempat 'Down'

“Saya senang bikin video di YouTube. Hanya saja hal itu menunjukkan bahwa kesuksesan apa pun bisa saja hilang dalam waktu singkat karena peraturan baru,” imbuhnya. (*/els)