Anggaran Pendidikan 2023 Tertinggi Sedekade Terakhir, Capai Rp608,3 Triliun

JagatBisnis.comPendidikan adalah salah satu komponen penting. Melalui sektor pendidikan, tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebab, pendidikan mampu mengangkat derajat dan martabat bangsa. Makanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan melakukan edukasi yang berfokus pada daerah terpencil di seluruh Indonesia.

Beberapa provinsi yang dianggap masih memiliki tingkat buta aksara tinggi adalah Nusa Tenggara Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Barat. Anggaran pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah untuk memajukan sektor ini. Untuk itu, menginjak tahun 2023, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp608,3 triliun untuk sektor pendidikan.

“Alokasi tersebut mencapai 20 persen dari rencana belanja negara tahun 2023 yang totalnya Rp3.041,7 triliun, sekaligus menjadi yang tertinggi dalam sedekade terakhir,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, dikutip Rabu (4/1/2023).

Baca Juga :   Pelajar Indonesia Sabet 5 Medali pada Olimpiade Fisika Internasional di Swiss

Sri Mulyani menyebut, angka tersebut masih menggambarkan komitmen 20 persen dari APBN. Anggaran tersebut akan dialokasikan Rp233,9 triliun untuk program Indonesia Pintar bagi 20,1 juta siswa dan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Selain itu, anggaran juga akan dialokasikan untuk tunjangan profesi guru, baik PNS maupun bukan PNS.

Baca Juga :   Kemendikbudristek Sosialisasikan PHBS di Sekolah

“Pemerintah akan menyalurkan dana ke daerah yang ditunjuk untuk membiayai operasional sekolah kepada setidaknya 44,2 juta siswa. Biaya operasional PAUD juga akan diberikan untuk 6,1 juta siswa di seluruh Tanah Air. Karena PAUD memang menjadi salah satu fokus pemerintah dalam sektor pendidikan. Pemerintah ingin memastikan kesiapan anak sebelum mereka memasuki jenjang SD. Maka dari itu, program pendidikan 1 tahun PAUD pra-sekolah gencar dilakukan,” tutup Sri Mulyani. (*/esa)