Kecanggihan Teknologi Tak Bisa Gantikan Peran Guru di Sekolah

JagatBisnis.comReformasi teknologi di dunia pendidikan tidak akan terlaksana tanpa campur tangan pandemi Covid-19. Apalagi, selama masa pandemi Covid-19, memaksa pembelajaran dilakukan secara jarak jauh (PJJ). Sehingga mengharuskan pengajar dan murid sama-sama harus melek teknologi.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menjelaskan, adopsi teknologi terbesar di sektor pendidikan terjadi selama masa pandemi Covid-19. Bahkan ia mengakui sebagai menteri tak akan bisa melatih 3 juta guru untuk melek teknologi dengan cara singkat. Tapi karena pandemi Covid-19, sehingga memaksa para guru juga harus belajar kecanggihan teknologi.

“Kalau saya menteri mencoba melatih 3 juta guru untuk menggunakan berbagai macam aplikasi, berbagai macam teknologi 20 tahun tidak akan nyampai. Tapi karena Covid dan PJJ itu terjadi dalam periode 3 tahun,” kata Nadiem, Selasa (20/12/2022).

Baca Juga :   Kuota Belajar Gratis Siswa dan Guru Dipangkas

Dia mengaku, saat itu pihaknya telah mengeluarkan platform-platform aplikasi yang diberikan secara gratis ke guru dan kepala sekolah. Menariknya, mereka langsung bisa mengeksplorasi dan tidak perlu dilatih lagi cara penggunaannya. Sebab, para guru dan kepala sekolah itu memilih untuk belajar melalui platform media sosial, seperti YouTube.

Baca Juga :   Hapus Agama di Peta Jalan Pendidikan Nasional, Mas Nadiem Banjir Kritikan

“Mereka tidak perlu dilatih cara penggunaannya, dia berlatih cara penggunaannya belajar Google classroom atau menggunakan YouTube, dia mengadopsi berbagai macam fungsi yang kita berikan. Jadi menurut saya transformasi terbesar adalah sekolah, sekarang ini sekolah menggunakan e-commerce, platform untuk mengelola anggaran per tahun,” jelasnya.

Apalagi, lanjut dia, nyambung dengan e-commerce. Sehingga para guru dan kepala sekolah bisa belanja, terus guru-guru menggunakan aplikasi Android namanya platform Merdeka Mengajar. Jadi, para guru bisa latihan berlatih di situ untuk mengupgrade dirinya, dia membuat komunitas-komunitas digital.

Baca Juga :   Khawatir Learning Loss, Pemda Didorong Buka Sekolah

“Perkembangan teknologi tak akan bisa menggantikan peranan guru yang mengajarkan secara tatap muka. Bahkan hal itu dibuktikan tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di hampir seluruh negara di dunia. Kita sudah melihat ini, dan dibuktikan saat pandemi ketika semua orang PJJ belajar online, benar-benar teknologi tidak bisa menggantikan ruang kelas dan tidak bisa menggantikan guru, itu sudah pasti,” pungkas dia. (*/eva)