Johnson & Johnson Indonesia Perkenalkan Bahasa Isyarat sebagai Sumber Belajar Pegawai

JagatBisnis.comDalam rangka memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional, Johnson & Johnson Indonesia mengenalkan bahasa isyarat yang umum digunakan oleh kelompok penyandang tuna rung berupa Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Bahasa isyarat tersebut dijadikan sumber belajar untuk para pegawai.

Country Leader of Communications & Public Affairs for Johnson & Johnson Pharmaceutical Indonesia & Malaysia, Devy Yheanne menjelaskan, perusahaan sudah sejak lama mendukung inklusivitas ketika berdiri di tahun 1886. Saat itu, delapan dari 14 karyawan pertamanya adalah perempuan. Bahkan perusahaan telah mempekerjakan ilmuwan wanita pertama pada tahun 1908 dan delapan dari 36 pengawas departemen adalah perempuan.

“Sebanyak 12 Grup Sumber Daya Karyawan atau Employee Resource Groups (ERG) di perusahaan kami telah melibatkan karyawan untuk memberikan wawasan dan mendorong dampak keragaman, kesetaraan, dan inklusi,” kata Devy dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (20/12/2022).
Dia mengungkapkan, perusahaanya saat ini mengelola 4 dari total 12 fokus ERG, yakni GenNOW (Generation NOW), WLI (Women Leadership and Inclusion), WISTEM2D (Women in Science, Technology, Engineering, Math, Manufacturing and Design), dan ADA (Alliance for Diverse Ability).

Baca Juga :   Rayakan Akhir Tahun, Johnson & Johnson Indonesia Beri Apresiasi Media

“Misi kami adalah menjadikan keberagaman, kesetaraan dan inklusi sebagai cara kami berbisnis. Kami akan memajukan budaya kebersamaan kami di mana hati dan pikiran yang terbuka bergabung untuk melepaskan potensi dari gabungan orang-orang yang brilian, di seluruh bagian perusahaan,” tutup Devy. (eva)