Upah Minimum Naik di 2023, Pengusaha Ikuti Keputusan Pemerintah

JagatBisnis.com –  Pemerintah memberi sinyal kenaikan upah minimum pada tahun 2023. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) masih merumuskan besaran kenaikan upah. Adapun formula penghitungan tingkat kenaikan upah untuk tahun 2023 menggunakan formula yang tertuang dalam PP 36 Tahun 2021, sebagai turunan dari UU Cipta Kerja.

Terkait hal itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, pengusaha akan tunduk mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini juga untuk kebaikan para pekerja yang selama ini terbebani dengan biaya yang serba mahal.

“Iya, hitungan tetap mengacu PP 36 sesuai formula yang ada, memang unsur perhitungannya adalah salah satunya pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Tentu kami akan mengikutinya,” katanya, Selasa (8/11/2022).

Baca Juga :   BPJS Ketenagakerjaan Gelar Sosialisasi Pentingnya Jaminan Sosial Bagi Pesepakbola dan Atlet Profesional

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, data BPS, secara spasial perekonomian Indonesia pada kuartal III/2022 mengalami peningkatan di seluruh provinsi. Pulau Jawa menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 56,30 persen dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,76 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Data tersebut menjadi gambaran positif untuk tingkat kenaikan upah tahun 2023 mendatang.

Baca Juga :   Begini Respons Kemnaker soal Pengiriman 10 Ribu TKI ke Malaysia

“Pada dasarnya sudah dapat dilihat bahwa upah minimum pada tahun 2023 relatif akan lebih tinggi dari upah minimum pada tahun 2022 dengan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” kata Ida dalam Rapat Kerja Bersama Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Selasa (8/11/2022). (*/esa)