lmuwan Sebut Kiamat Semakin Dekat

JagatBisnis.com –  Sisa umur Matahari sering diungkap oleh berbagai teori. Seluruh benda di alam semesta pasti akan ada fase terakhirnya. Tidak terkecuali dengan Matahari yang sering menunjukan fenomena tak biasa ini dikaitan dengan akhir zaman yang semakin dekat. Prediksi dan teori yang menggambarkan kehancuran Matahari juga sudah banyak diinformasikan. Salah satunya adalah proses matinya Matahari yang diakhiri ketika pusat tata surya itu berubah menjadi nebula planeter, sebuah cangkang yang terbentuk dari gas bercahaya dan gelembung debu.

Astrofisikawan Albert Zijlstra dari University of Manchester menjelaskan, dalam konsep itu para ilmuwan juga menyampaikan teori, usia Matahari saat ini sudah mencapai 4,6 miliar tahun. Hal ini diukur berdasarkan usia benda-benda lain di Tata Surya yang terbentuk sekitar waktu yang sama. Masih dalam teori yang sama mereka memperkirakan Matahari akan mencapai akhir hidupnya dalam waktu sekitar 10 miliar tahun lagi. Proses matinya Matahari sendiri dimulai ketika Matahari berubah menjadi bintang raksasa merah.

“Inti bintang akan menyusut, tapi lapisan luarnya akan meluas ke orbit Mars. Saking luasnya, dalam proses itu lapisan luar Matahari akan menelan planet Bumi dalam prosesnya. Menurut ilmuwan, pada saat itu, manusia sudah musnah. Apalagi saat menjadi bintang merah, Matahari akan benar-benar sangat panas. Laut akan kering dan tanah tempat manusia berpijak sudah begitu panas hingga tidak ditemukan lagi kadar air di dalamnya,” ungkap Albert Zijlstra dikutip Senin (7/11/2022).

Baca Juga :   Percaya Kiamat Segera Datang, Warga Kamboja Ngungsi untuk Saksikan Akhir Dunia

Menurut dia, ketika Matahari kehabisan gas helium, lanjutnya, maka bintang raksasa akan berubah menjadi nebula planeter. Teori yang ada menyebutkan untuk membentuk nebula planeter, ukuran bintang raksasa merah setidaknya harus mencapai 2 kali ukuran Matahari. Hanya saja rekayasa komputer yang dilakukan pada 2018 justru menunjukkan sebaliknya. Untuk menjadi nebula planeter, Matahari justru menyusut. Setelah itu dari nebula planeter Matahari berubah menjadi katai putih atau bintang putih, yang diyakini sebagai bentuk evolusi terakhir sebuah bintang.

Baca Juga :   Percaya Kiamat Segera Datang, Warga Kamboja Ngungsi untuk Saksikan Akhir Dunia

“Ketika sebuah bintang mati, ia mengeluarkan massa gas dan debu yang ukurannya bisa bisa mencapai setengah massa bintang itu dan akan menghancurkan alam semesta. Bintang akan jalani proses seperti kehabisan bahan bakar dan akhirnya mati. Pada akhirnya, yang tersisa hanya inti bintang,” paparnya.

Baca Juga :   Percaya Kiamat Segera Datang, Warga Kamboja Ngungsi untuk Saksikan Akhir Dunia

Dia menambahkan, proses pengeluaran debu dan gas itu akan bersinar sangat terang dan berlangsung selama 10.000 tahun. Hal inilah yang membuat nebula planeter sangat mudah teridentifikasi. Sehingga ada beberapa yang bersinar sangat-sangat terang. Sehingga bisa dilihat dari jarak puluhan tahun cahaya. Sementara inti bintang malah terlalu redup untuk dilihat. (*/els)