Bencana Banjir Bikin Indonesia Tekor Rp44 Triliun per Tahun

JagatBisnis.com –  Krisis iklim yang tengah terjadi di berbagai wilayah belahan dunia menimbulkan dampak kerugian yang besar, tidak terkecuali dengan Indonesia. Bahkan, iklim juga mengancam sumber daya air yang menjadi sumber kehidupan.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Josaphat Rizal Primana mengatakan, ketika air jumlahnya terlalu sedikit akibat kekeringan yang berkepanjangan tentu akan menjadi masalah karena air dibutuhkan seluruh makhluk hidup di bumi. Sebaliknya, jika air terlalu banyak akibat cairnya es di dua kutub akibat pemanasan global, juga bakal menjadi ancaman peradaban.

“Masalah krisis yang berkaitan dengan air membuat potensi kerugian untuk Indonesia hingga Rp44 triliun setiap tahunnya. Potensi tersebut terhitung pada periode 2007-2019 akibat bencana yang berhubungan dengan air yang juga menimbulkan banyak korban jiwa,” katanya dikutip Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga :   Ratusan Warga di Batam Mengungsi Akibat Banjir

Padahal, lanjut dia,
bencana yang berhubungan dengan air, selain menyebabkan banyak korban jiwa, juga menimbulkan kerugian ekonomi rata-rata USD2-3 miliar setiap tahunnya. Bahkan, dari kajian Bank Dunia, sumber daya dan layanan air menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan produk domestik bruto dan pendapatan per kapita di Indonesia.

Baca Juga :   TNI dan Polri Evakuasi Anak-anak Terdampak Banjir di Mamuju

“Oleh karena itu, investasi di sektor air dan sanitasi menjadi hal yang sangat penting, jika Indonesia ingin masuk dalam lima besar ekonomi dunia, sesuai Visi Indonesia 2045,” tegasnya. (*/esa)