Indonesia Harus Fokuskan Tambah Layanan Pariwisata Halal

JagatBisnis.com –  Indonesia masuk destinasi wisata halal terbaik 2021 di dunia. Meski bukan nomor 1, makanya pemerintah masih optimistis dengan potensi yang dimiliki Indonesia sejauh ini. Apalagi, Indonesia bisa memimpin karena memiliki jumlah umat muslim terbesar, ekonomi yang tumbuh, dan penanganan pandemi terkendali.

“Pariwisata halal ini tidak bersifat zonasi, saya garis bawahi tidak bersifat zonasi dan tidak ada mensyariahkan. Destinasi wisata halal justru jadi penyedia layanannya,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Rabu (4/5/2022).

Dia menjelaskan, jika mengacu Global Muslim Travel Index ada 4 aspek penilaian yang membuat Indonesia unggul dalam aspek services. Misalnya, pariwisata di Sumatra Utara atau Bali harus dapat menyediakan fasilitas ibadah dan makanan halal. Hal itu agar bisa dikatakan good to have.

Baca Juga :   Kemenparekraf Maksimalkan Potensi Kunjungan Wisatawan Australia ke Bali

“Tantangan terbesar memang masih pandemi, masyarakat harus dikenalkan wisata halal yang bukan maksudnya mensyariahkan, tapi hanya menambah layanan. Jadi kalau kita lihat dengan pemahaman yang sama tidak ada lagi ada perdebatan, karena destinasi di manapun juga Indonesia tidak sama seperti Korea Selatan, Jepang, yang juga memberikan layanan tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :   Sandiaga Uno Kunjungi PNM Bali

Dia menambahkan, selama dua tahun ini Indonesia telah menyelamatkan layanan yang dituntut harus bersih. Penurunan kunjungan wisatawan di 2021 hampir 60 persen, dan hanya ada 1,84 juta wisatawan selama tahun lalu. Sehingga kontribusi devisa anjlok di 2019, dari USD15 miliar menjadi USD5 miliar. Oleh karena itu Indonesia harus sosialisasikan dengan baik, dan berfokus tambahan layanan.

Baca Juga :   Menparekaf Dorong Pengembangan Pariwisata Berbasis Ecotourism di Borobudur Highland

“Kami akan terus meningkatkan lagi posisi Indonesia dari segi akses, komunikasi, lingkungan dan layanan yang unggul. Sehingga bisa kembali menjadi destinasi nomor satu karena punya potensi yang luar biasa,” pungkasnya. (*/eva)