Tiga Virus Turunan Omicron Belum Ditemukan di Indonesia

JagatBisnis.com –  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan varian baru Covid-19 , yakni BA.2.12, BA.2.12.1, serta varian XE belum terdeteksi di Indonesia. Ketiga varian itu sendiri sama-sama menarik perhatian public, apalagi, varian tersebut diklaim lebih mudah menular dari varian-varian sebelumnya.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, proses Whole Genome Sequencing (WGS) dapat memastikan dengan mengindentifikasi subvariannya. Karena ketiga varian tersebut sama-sama turunan dari Omicron. Maka, hanya pemeriksaaan WGS yang bisa mengindentifikasi jenis subvariannya.WGS merupakan prosedur laboratorium untuk menentukan urutan basa dalam genom suatu organisme (bakteri, virus, hingga manusia) terdiri dari DNA dalam satu proses.

“Oleh karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Kemudian melakukan vaksinasi lengkap dan booster agar mendapatkan proteksi diri. Waspada tentunyaa harus kita lakukan, makanya tetap perlu proteksi yang tinggi dengan booster dan prokes,” katanya, Kamis (21/4/2022).

Baca Juga :   Dua Kasus Omicron Terdeteksi di Malaysia

Dia menjelaskan, dua varian baru BA.2.12 dan BA.2.12.1 muncul di New York, Amerika Serikat. Varian itu mendominasi kasus Covid-19 AS hingga 80,6 persen. Keduanya diketahui turunan atau sub-varian Omicron, dan diperkirakan memiliki keunggulan pertumbuhan 23-27 persen di atas varian BA.2 (Omicron) asli. Sedangkan penemuan varian XE kali pertama terdeteksi di Inggris pada 19 Januari 2022. Adapun, subvarian dari Omicron ini adalah hibrida mutan dari dua versi Omicron sebelumnya yaitu BA.1 dan BA.2.

Baca Juga :   Omicron di Jakarta Terus Bertambah

“Varian XE 10 kali lebih mudah menular, daripada subvarian BA.2 atau Stealth Omicron. Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris (UKHSA) percaya, menyebarannya lebih cepat daripada BA.2. Namun, hingga saat ini ketiga varian tersebut masih belum diketahui pastinya. Sehingga kami tidak perlu khawatir karena banyak scientist yang memperkirakan kenaikan BA.2 dan beberapa versi tidak akan melebihi dari sebaran BA, “pungkasnya. (*/esa)