Raja Salman Sakit, MbS Jadi Raja Tanpa Mahkota

JagatBisnis.com – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) dianggap menjadi raja tanpa mahkota ketika menggantikan posisi sang ayah, Raja Salman yang tak dapat menghadiri pertemuan karena sakit. MbS mengambil alih kendali peran sang ayah, mulai dari menyapa para pemimpin asing dalam Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Kerja Sama Teluk yang diselenggarakan di Riyadh pada Selasa pekan lalu.

Pengamat dari badan think tank Carnegie Endowment for International Peace, Yasmine Farouk, menganggap pergerakan MbS ini menunjukkan kekuasaan lebih sang putra mahkota. Ide putra mahkota secara de facto penguasa negara, melakukan pertemuan dengan presiden asing dan memimpin KTT, sebelumnya hanya terjadi jika raja-raja Saudi dalam keadaan tidak sehat.

“Justru yang sekarang terjadi ada penerimaan dari warga dan media, bahkan yang lebih penting, putra mahkota berperan bahkan ketika Raja Salman sebenarnya dapat memenuhi semua tugasnya,” kata Farouk seperti dikutip, Kamis (23/12/2021).

Baca Juga :   Buntut Jemaah Umrah Terlantar, Raja Salman Pecat Kepala Bandara King Abdulaziz Jeddah

Menurutnya, gerak-gerik MbS ini dianggap memperjelas perannya setelah didapuk menjadi putra mahkota pada Juni 2017. Setelah itu, peran MbS tak begitu jelas, hingga akhirnya ia bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, awal Desember lalu.

“Raja Salman biasanya memimpin pertemuan-pertemuan tingkat tinggi. Namun, kali ini Raja Salman justru tidak terlihat dan digantikan MbS,” tegasnya.

Sementara itu, penasihat pemerintahan Saudi, Ali Shihai, mengungkapkan alasan kehadiran MbS pada pertemuan tingkat tinggi. Karena Raja Salman tidak suka memakai masker lantaran tak nyaman mengingat usia dia yang sudah menginjak 86 tahun. Raja juga punya kecenderungan ingin berjabat tangan dan menyapa orang dengan hangat.

Baca Juga :   Buntut Jemaah Umrah Terlantar, Raja Salman Pecat Kepala Bandara King Abdulaziz Jeddah

“Sehingga perlu ekstra hati-hati untuk menjaganya tetap aman dan jauh dari publik. Tapi sejauh ini, raja dalam keadaan baik. Kesehatan raja dalam keadaan yang bagus. Bahkan, berolahraga setiap hari. Namun, sejak pandemi Covid-19, Raja Salman tinggal di Neom, di kawasan Laut Merah. Pertemuan terakhir Raja Salman dengan pejabat asing berlangsung pada Maret 2020,” bebernya.

Baca Juga :   Pemeriksaan Berjalan Lancar, Raja Salman Tinggalkan RS

Pengamat Timur Tengah yang berbasis di Washington, Hussein Ibish, menegaskan, jalan MbS menuju takhta dianggap sudah jelas. Selama beberapa waktu, ia berhasil menyingkirkan saingannya satu demi satu. Jadi tidak ada oposisi di dalam atau luar kerajaan.

“MbS memang lebih terlihat dan kuat. Sang putra mahkota melakukan gebrakan di Arab Saudi dengan mengeluarkan sejumlah aturan yang dianggap lebih moderat. Di sektor sosial, MbS juga melakukan perubahan. Di antaranya, MbS mengizinkan perempuan menyetir sendiri dan mengizinkan mereka masuk militer. MbS juga mengizinkan turis dan investasi asing masuk ke Arab Saudi sebagai upaya menumbuhkan ekonomi negara,” tutupnya. (*/esa)