Lalu Lintas Penerbangan di Bandara Soetta Pulih 70 Persen

JagatBisnis.com – PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II mencatat lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta berangsur pulih. Tercatat rasio pemulihan penerbangan sudah berkisar 68 persen hingga 70 persen pada kuartal IV 2021. Sekitar 700 pergerakan pesawat take off dan landing setiap harinya.

“Artinya, kondisi traffic penerbangan saat ini sudah mencapai 70 persen dari kondisi sebelum adanya pandemi yakni pada 2019,” ungkap Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, Minggu (12/12/2021)

Awalludin mengungkapkan Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu utama Indonesia dan bandara jangkar penerbangan domestik sehingga memiliki peran sangat penting dalam transportasi udara nasional. Bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia ini selalu beroperasi 24 jam setiap hari dengan memenuhi regulasi penanganan Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku di dalam negeri serta sesuai standar global.

Baca Juga :   Tahun 2025, Ada 20 Bandara Ditargetkan Pakai Listrik Tenaga Surya

“AP II mewujudkan operasional yang tangguh (resilience operation), cepat beradaptasi (agility operation) yang mengutamakan kerampingan (lean operation) sehingga Bandara Soekarno-Hatta dapat menghadapi tantangan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga :   Tahun 2025, Ada 20 Bandara Ditargetkan Pakai Listrik Tenaga Surya

Dia menambahkan, sejalan dengan lalu lintas penerbangan yang berangsur-angsur pulih, Bandara Soekarno-Hatta saat ini telah mencetak kinerja positif. Bahkan, bandara sudah mencatat Earning Before Interest Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) yang positif.

“Sehingga per Kuartal IV/2021 telah mampu membukukan operating cash flow yang positif. Artinya, hasil yang didapat dari operasional bandara lebih tinggi dibandingkan dengan biaya operasional (operating expense/opex),” ujarnya.

Dia menambahkan, sebagai upaya menjaga ketangguhan operasional perseroan juga tidak lepas dari program optimalisasi belanja modal (capex optimization). Lewat program tersebut belanja modal perseroan dikonsentrasikan untuk aspek meningkatkan aspek pelayanan, keselamatan dan keamanan.

Baca Juga :   Mulai 26 Januari, Bandara Halim Perdana Kusuma Ditutup Sementara

“Sepanjang Januari-September 2021, pagu capex yang disiapkan perseroan untuk pelayanan, keselamatan dan keamanan bandara serta operasional penerbangan untuk 20 bandara yang dikelola perseroan mencapai Rp452 miliar. Sebagian besar capex ini digunakan untuk mendukung operasional 24 jam dan melayani berbagai jenis penerbangan,” tutupnya. (*/esa)