Sandiaga Dorong Digitalisasi Industri Musik Pasca Pandemi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno

JagatBisnis.com – Industri musik di mana pun, termasuk di Indonesia, sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Untuk itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendukung platform streaming musik sosial, Resso untuk kembali memajukan industri musik pasca Pandemi Covid-19.

Sandiaga mengaku mengapresiasi pandangan dan masukan dari para pelaku industri musik dengan latar belakang yang beragam, yang tentunya dapat dijadikan acuan dan referensi bagi pemerintah untuk menetapkan strategi dan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam rangka peningkatan produktifitas para pelaku ekonomi kreatif.

“Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mendukung dan menghargai usaha yang dilakukan oleh Resso Indonesia sebagai aplikasi social music streaming untuk memfasilitasi adanya diskusi-diskusi diantara para pemangku kepentingan industri musik melalui kegiatan Breakfast with Resso, dan berharap hasil dari kegiatan ini dapat membuahkan pemikiran-pemikiran dan solusi yang baru, inovatif dan bermanfaat. Masukan dan hasil diskusi dari pelaku industri sangat berharga untuk membantu pemerintah dalam proses perumusan kebijakan-kebijakan strategis yang secara komprehensif dapat membantu proses pemulihan industri musik di Indonesia paska pandemi,” kata Sandiaga dalam diskusi industri musik bertajuk Breakfast with Resso, Selasa (30/3/2021).

Baca Juga :   Apresiasi Produk Jerawood, Menparekraf Dorong Pelaku Ekraf di Magelang Lebih Inovatif

Diskusi ini melibatkan beberapa tokoh dari berbagai bidang musik seperti Dewi Gontha, Mahavira Wisnu dan Christian Bong. Mewakili bagian artis hadir Andien, Febrian Nindyo – HiVi! dan Gede Robi Navicula dari Bali. Pemerhati musik dan penulis Frans Sartono dan Dwi As Setianingsih juga berpartisipasi dalam diskusi.

Dipimpin oleh Adib Hidayat sebagai moderator, diskusi berlangsung hidup, dinamis dan sangat membuahkan hasil karena seluruh peserta dengan antusias menyumbangkan pandangan, pendapat, dan keahliannya berdasarkan pengalaman di bidangnya masing-masing.

Para pelaku industri musik melakukan adaptasi di era disrupsi dan pandemi, kolaborasi -baik di dalam industri musik sendiri maupun antar industri- dengan menggelar beragam aktivitas melalui platform digital.

Baca Juga :   Indonesia Jadi Rumah Kedua Bagi Warga Australia

Musisi atau artis tetap berkarya, mereka tetap berkreasi, baik sendiri maupun berkolaborasi dengan musisi lain, dan produser maupun promotor tetap merilis lagu dari artisnya. Pertunjukkan musik akan banyak mengalami adaptasi untuk menyesuaikan dengan penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Banyak acara musik seperti festival, pertunjukkan langsung, tur konser, dan pemberian penghargaan yang telah dibatalkan atau ditunda sejak tahun lalu berdampak tidak saja pada para artis, tetapi juga sejumlah besar orang yang bekerja untuk even-even tersebut. Seiring dengan menurunnya angka kasus Covid-19 di Indonesia, dan program vaksinasi yang tengah berjalan dengan baik, pembicaraan dan wacana di seputar penyelenggaraan pertunjukan dan event langsung seraya menerapkan kepatuhan dan protokol kesehatan yang ketat sudah dimulai.

Baca Juga :   FJB Mandalika 2022, Perkenalkan Kekayaan dan Kelezatan Kuliner Indonesia agar Mendunia

Ide ini tentunya disambut baik oleh para pelaku industri musik dan publik. Pandemi ini juga telah mempercepat transisi dan kebiasaan mendengar musik di platform digital.

“Kami bangga dan bersyukur dapat menyelenggarakan dialog konstruktif yang melibatkan pemangku kepentingan utama industri musik Indonesia ini. Resso percaya mereka yang memiliki peran, dampak, dan suara yang signifikan dalam industri kita memiliki peran penting dalam membangun kembali dan membentuk masa depan lanskap musik Indonesia paska pandemi. Sebagai aplikasi streaming musik, Resso berharap dapat bekerja lebih dekat dan memainkan peran yang lebih kuat dalam mendukung dan berkontribusi bagi kemajuan dan pertumbuhan industri musik Indonesia,” jelas Christo Putra, Head of Music and Content, Resso Indonesia.(HAB)

MIXADVERT JASAPRO