Tak Jujur Saat Wawancara, Pingsan Usai Vaksin

Ilustrasi

JagatBisnis.com – Di sejumlah daerah banyak warga pingsan usai mendapatkan vaksin Covid-19. Hal itu terjadi karena warga tidak jujur saat proses wawancara sebelum disuntik. Oleh sebab itu, warga diminta untuk terbuka kepada petugas media sebelum disuntik vaksin agar tidak terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Ada kasus warga yang pingsan dan ada alergi, kami lihat kasus tersebut sebenarnya dikarenakan pada saat melakukan screening, tidak disampaikan kondisi yang sebenarnya,” , kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi secara virtual, Jumat (12/3/2021).

Nadia menjelaskan, mayoritas KIPI yang dilaporkan sejauh ini baru berupa reaksi lokal, seperti kemerahan dan nyeri pada bekas suntikan, hingga gatal-gatal. Ada pula reaksi sistemik yang dilaporkan, seperti mengantuk, demam, sakit kepala, hingga nyeri otot.

Baca Juga :   Muncul Lagi Varian Baru Covid-19, Bernama R.1

“Reaksi tersebut dilaporkan sembuh dalam masa 1-2 hari saja. Paling banyak, setelah vaksin jadi lebih banyak makan karena merasa lapar terus,” tegasnya.

Baca Juga :   Ini Alur Verifikasi bagi WNI dan WNA yang Vaksin di Luar Negeri

Di- mengakui, sempat ada warga yang mengalami kejang-kejang usai menerima vaksin. Setelah diperiksa, warga tersebut diketahui mengalami immunization stress-related response (ISRR) vaksinasi. Temuan itu sesuai dengan laporan Komisi Nasional KIPI pada 22 Februari lalu yang mengatakan kurang lebih 64 persen penerima vaksin Covid-19 di Indonesia mengalami ISRR.

“Kondisi itu terjadi lantaran penerima vaksin merasa cemas berlebihan usai vaksinasi sehingga menimbulkan efek seperti kejang hingga sesak nafas. Padahal warga tersebut dalam keadaan normal saat diperiksa,” imbuh dia.

Baca Juga :   Warga Filipina yang Menolak Divaksin akan di Penjara

Menurutnya, pemerintah siap menjamin kompensasi atau biaya santunan bagi warga yang mengalami KIPI dan berujung kecacatan hingga menimbulkan kematian akibat pengaruh vaksin virus Covid-19.

“Sejauh ini, program vaksinasi nasional masih berjalan. Pemerintah pusat menargetkan 188 juta penduduk mendapat suntikan vaksin guna menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity),” terang Nadia. (esa/*)