Waspada, Sering Main Gadget Bisa Terkena Trigger Finger

JagatBisnis.com – Era saat ini, aktivitas kita kekuasaan dengan pemakaian gadget. Bahkan, bertugas juga kita dituntut untuk berjam- jam memandang layar komputer ataupun laptop.

Tetapi, bukan cuma memandang layar gadget saja yang dapat memunculkan masalah kesehatan, tetapi pula jari- jari yang kita maanfaatkan untuk mengetik. Ternyata, aktivitas menggerakkan jemari ini dapat menyebabkan situasi trigger finger. Apa itu?

Trigger finger ataupun dapat diucap jemari belatik, jemari kejepit ataupun jemari terkunci, ialah situasi ketidakmampuan untuk meluruskan ataupun melekukkan jemari dampak tendon yang terjebak. Trigger finger sendiri bisa terjadi dampak selubung penjaga di sekitar tendon jemari mengalami peradangan.

Jika tidak menemukan penindakan yang tepat, trigger finger bisa menyebabkan jemari tidak bisa beranjak lapang dan perih, timbul tonjolan di akar jemari, mencuat suara setiap kali jemari ditekuk ataupun diluruskan, bahkan pengidapnya bisa kehabisan guna jemari.

Dokter ahli operasi ortopedi, dokter. Rizky Priambodo Wisnubaroto, Sp. OT, mengatakan nilai peristiwa penyakit ini merupakan 2- 3 persen dari warga biasa. Tidak hanya itu, trigger finger biasanya melanda umur berusia belia.

” Yang dapat terkena di antara lain merupakan orang dengan profesi yang kerap menggerakkan jari- jari. Jemari manis dan jemari telunjuk sangat kerap ikut serta. Dan pula bisa terjadi pada lebih dari satu jemari pada satu tangan,” ucapnya saat virtual alat discussion RSPI, Sabtu 31 Januari 2021.

Lebih lanjut, dokter Rizky menjelaskan, sebagian gejala yang dialami kala trigger finger, di antara lain merupakan perih pada jari- jari dan terasa terkunci dan terdapat suara kletek ataupun pop pada saat jemari ditekuk ataupun diluruskan.

” Gejala lain biasanya pengidap menginginkan dorongan jemari lain untuk meluruskan jemari yang terkena gejala dan kelu pada jemari tangan paling utama saat pagi hari,” tutur ia.

Untuk menanggulangi keluhan trigger finger ini, Rizky menganjurkan untuk berupaya melakukan penindakan mandiri dahulu di rumah. Apa saja yang wajib dilakukan?

” Yang awal diistirahatkan dahulu tangannya. Setelah itu kita pasang splints. Setelah itu kita dapat jalani stretching. Splints- nya dilakukan pada malam hari, biar pada pagi hari tidak sangat mengusik pada saat mulai menggerakkan tangan,” tuturnya.

” Stretching juga hendaknya dilakukan sendiri di rumah, karena jika kita memohon dorongan orang lain mengarah tidak ketahui tingkatan kekerasan yang wajib dilakukan pemijatannya,” hubung ia.

Tetapi, bila penindakan mandiri tidak sanggup mengurangi keluhan, Rizky menganjurkan untuk bertanya dengan dokter ahli operasi ortopedi. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button