Di Tengah Pandemi COVID-19 Ini Beban yang Dipikul Kaum Hawa

Ilustrasi ibu dan anak.

JagatBisnis.com –¬†Berdasarkan informasi yang diserahkan oleh JHU CSSE COVID- 19 terdaftar, kalau ada 156, 371 permasalahan COVID- 19 di Indonesia pada rentang waktu 10 Juni 2021 hinga 23 Juni 2021.

Dan berdasarkan 14 hari terakhir terdaftar, kalau 2, 03 juta permasalahan terkena virus COVID- 19, 1, 82 juta diklaim membaik, dan 55, 594 meninggal bumi. Dari terdapatnya diagram ataupun informasi itu, membuktikan kalau permasalahan COVID- 19 sedang naik lagi, dibanding 2 bulan lalu, ekskalasi nilai permasalahan ini pastinya menggelisahkan banyak pihak, paling utama pegawai, pegawai, bidang pabrik, bidang usaha, dan lain serupanya.

Dengan melonjaknya permasalahan COVID- 19, penguasa menghasilkan kebijaksanaan untuk kembali melakukan profesi dari rumah ataupun Work From Home( WFH), dan pada bidang bidang usaha, semacam bidang usaha santapan cuma dibolehkan berdagang sampai jam 08. 00 Wib.

Baca Juga :   India Laporkan Rekor Tertinggi Baru Kasus COVID-19

Dari melonjaknya permasalahan COVID- 19 memberikan akibat pada perempuan sebagai Bunda skala rumah tangga di berbagai pandangan, paling utama dalam pandangan ekonomi dan pandangan pembelajaran.

Baca Juga :   Waspadai, Terlalu Lama Duduk Bisa Terkena Osteoporosis

Alhasil dengan terdapatnya situasi COVID- 19 dimana ekonomi negeri sedang turun, menjadikan perempuan untuk memiliki profesi untuk menolong ekonomi keluarga dibarengi dengan menjaga anak dan membimbing anak sebagai perkembangan pendidikannya.

Baca Juga :   Polri: Masyarakat Punya Tanggung Jawab Tekan Penyebaran COVID-19

Dari terdapatnya tekanan ini menyebabkan perempuan memiliki secondshift dimana perempuan wajib bertanggung jawab kepada profesi dan keluarganya, akhirnya memunculkan role overload dan kedudukan dobel perempuan di Masa Endemi COVID- 19.

Berdasarkan informasi dari kemenpppa pada Kamis, 25 Februari 2021, Menteri Pemberdayaan Wanita dan Proteksi Anak, Bintang Puspayoga mengatakan kalau di masa endemi COVID- 19 ini memiliki akibat yang besar kepada perempuan.(ser)