Ultah Ke-80 Tahun, OCBC NISP Ingin Melaju Jauh Bersama Indonesia

JagatBisnis.com – OCBC NISP, salah satu pelopor perbankan di Indonesia, berkembang darisebuah bank kecil di kota Bandung pada tahun 1941 dan terus melajumemperkuat posisinya sebagai Bank ke-7 terbesar dari sisi aset dengan peringkat kredit salah satu tertinggi di Indonesia. Selama 80 tahun, OCBC NISP menjadi rekan seperjuangan masyarakat Indonesia yang tidak hanya bertahan, namun terus bangkit dan berkembang menjadi lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan serta krisis.

OCBC NISP berkomitmen untuk mengambil peran lebih besar, lebih dari sekadar mitra perbankan yang menyediakan solusi finansial, namun meraih visi menjadi “mitra tepercaya untuk meningkatkan kualitas hidup”. Hal ini dapat diwujudkan dengan tiga komitmen besar, yakni mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, mendukung pengembangan para pelaku UMKM, dan keberlanjutan bisnisatau sustainability.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC NISP mengatakan, Bank OCBC NISP percaya bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Untuk itu,kita harus mempersiapkan diri dengan mendorong masyarakat, mulai dari individu hingga pelaku usaha kecil dan besar, dengan mendukung pemerintah untuk mengubah pemahaman, kebiasaan, dan mindset masyarakatagar menciptakan masyarakat yangfinancially fit.

“Tidak hanya itu, OCBC NISP juga fokus pada pemberdayaan UMKM sebagai kontributor terbesar dalam perekonomian Indonesia. Terakhir, OCBC NISP mengambil peran lebih mendorong sustainability business melalui pembiayaan sektor bisnis yangdapat memberikan dampak positif bagi ekonomi, sosial dan lingkungan,” katanya.

Maka dari itu, OCBC mengubah visinya untuk menggambarkan komitmen lebih dari sekadar mitra perbankan yang menyediakan solusi finansial, namun juga menjadi mitra terpercaya untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Maka dari itu, OCBC NISP memiliki 3 komitmen, yaitu meningkatkan literasi keuangan , mendukung UMKM Indonesia, dan sustainabilitas,” ucap Parwati.

Dia mengatakan, meningkatkan literasi keuangan ini dimulai dari mengubah pemahaman, kebiasaan, dan mindset menjadi gaya hidup finansial yang lebih sehat mulai dari individu, hingga pelaku usaha kecil dan besar.

“Tujuannya? Mewujudkan Indonesia yang lebih financially fit. Terlebih, studi menunjukkan Indonesia bisa menjadi 5 besar dunia di tahun 2045 nanti, sehingga perlu membangun fondasi finansial yang sehat, terutama generasi mudanya,” ungkap Parwati.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button