Tidak Henti-hentinya Berikan Asistensi, Bea Cukai Harap Industri Kecil Menengah Sokong Perekonomian

JagatBisnis.com –  Dalam rangka mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tahun 2021, Bea Cukai kembali melaksanakan asistensi pada pengusaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) terutama di bidang Agro Bisnis yang membutuhkan pendampingan mengenai ekspor.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, R Syarif Hidayat, mengatakan bahwa Bea Cukai senantiasa memberikan pendampingan serta asistensi bagi IKM yang berencana melakukan ekspor demi dongkrak ekonomi Indonesia.

Secara bertahap, Bea Cukai di berbagai daerah melakukan asistensi terhadap IKM bidang Agro Bisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya ke kancah internasional. Diawali Bea Cukai Sidoarjo yang melaksanakan asistensi dengan sistem jemput bola kepada produsen Ginger Coffee dan Ginger Green Tea D’Rick bertempat di Kavling Polda no 430, Kabupaten Sidoarjo.

Asistensi dilakukan dengan penyampaian persyaratan, prosedur, tata cara ekspor, hingga motivasi pengusaha IKM agar dapat mengembangkan usahanya hingga pasar internasional. Hal serupa dilakukan Bea Cukai Bandar Lampung yang mengadakan Customs Visit Customer kepada PT Sucden Coffee Indonesia. PT Sucden Coffee Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dengan hasil produksi berupa kopi.

Kepala Kantor Bea Cukai Bandar Lampung, Esti Wiyandari, menyampaikan apresiasi atas PT Sucden Coffee Indonesia atas penerapan CCTV dan IT Inventory terbaik di tahun 2020. “Kami sampaikan apresiasi atas kerjasama dari PT Sucden Coffee Indonesia dan atas kinerja selama tahun 2020 ini, kami harap dengan kegiatan kali ini dapat meningkatkan pelayanan ekspor yang diberikan pada tahun-tahun kedepannya,” ungkap Esti.

Asistensi kemudian dilanjutkan oleh Bea Cukai Cirebon bersama Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kota Cirebon yang mendampingi UKM Agro Sweet dalam konsultasi mengenai proses ekspor produk gula aren dan gula kelapa. Dalam asistensi ini Agro Sweet berencana akan melakukan ekspor gula aren ke negara Uzbekistan. Pihak Bea Cukai kemudian berharap agar keberhasilan Agro Sweet ini dapat menginspirasi rekan UKM yang lain di Kota Cirebon.

Di tempat lain, Bea Cukai Madura melalui Klinik ekspor memberikan asistensi kepada UD Alamanda Agung sebagai bentuk langkah IKM untuk melakukan ekspor secara mandiri. Asistensi diberikan dalam bentuk pengenalan modul Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) kepada IKM yang dimaksud.

UD Alamanda Agung merupakan IKM yang berlokasi di Pamekasan dengan produk Teh Bugie, teh celup herbal yang merupakan teh dari daun bidara, daun kelor dan kapulaga yang direncanakan akan diekspor ke Singapura.

“Kami tidak henti-hentinya melakukan asistensi dan pendampingan kepada masyarakat yang ingin membuat perekonomian Indonesia semakin baik. Kami bagian dari pemerintah akan senantiasa mendengarkan dan memfasilitasi segala bentuk upaya tersebut. Kami harap dengan adanya Bea Cukai bagi IKM ini, akan mampu meringankan beban yang diakibatkan efek pamdemi COVID-19 kepada para IKM dan menjadi salah satu program menyukseskan Pemulihan Ekonomi Nasional.” Tutup Syarif. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button