Tarif Paket Data 5G Indosat Ooredoo Rp150 Ribu

JagatBisnis.com –  Indosat Ooredoo telah menghadirkan layanan 5G di Indonesia dengan ditandai acara peluncuran yang digelar di Kota Solo, pada Selasa (22/6). Tentunya kehadiran layanan 5G Indosat ini sudah dinanti cukup lama oleh pelanggan, namun masih banyak pertanyaan yang mengganjal soal harga paket data dan kecepatannya.

SVP-Head of Business Planning Indosat Ooredoo, Shatya Framudia, menjelaskan untuk tahap awal ini tidak ada paket khusus yang dihadirkan oleh Indosat untuk layanan 5G. Pelanggan yang ingin mencicipi kecepatan 5G bisa menggunakan paket yang telah ada, yaitu Freedom Internet untuk prabayar dan Prime untuk pascabayar.

“Teknologi 5G ini dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan, baik prabayar atau pascabayar. Produk yang ditawarkan adalah produk yang sekarang telah ada, tidak ada paket khusus, yaitu paket Freedom Internet dan Prime. Jadi kita tidak menawarkan produk yang lain untuk sementara. Kita menggunakan existing sehingga pelanggan bisa menggunakannya dengan baik,” jelas Shatya.

Shatya menambahkan, untuk harga produk paket Freedom Internet sendiri saat ini ada di kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 150 ribu. Menurutnya, ke depan Indosat akan mengeluarkan paket khusus untuk 5G dengan harga awal Rp 150 ribu.

“Nanti juga kita akan keluarkan dengan starter pack ya dengan akses ke 5G. Kita kebetulan punya starter pack yang 8 GB dan 16 GB yang dapat mengakses 5G harganya kisaran Rp 30 ribu untuk yang early costumer,” tambahnya.

Sementara soal harga per GB, Shatya menjelaskan saat ini belum ada ketentuan khusus. Namun, ia membahas market 5G di negara lain ada kenaikan harga per GB dibanding layanan 4G. Kenaikan di kisaran 20-25 persen.

Untuk kecepatan dari jaringan Indosat Ooredoo sendiri, kumparan belum mencoba secara langsung, namun saat peluncuran dikasih bocorannya. SVP-Head of Network Operations, Agus Sulistio, mengatakan speed download tertinggi dari layanan 5G Indosat diklaim bisa tembus di angka lebih dari 540 Mbps.

“Speed tertinggi 540 Mbps. Kita dapatkan dengan latensi 10ms, dengan pita yang cukup lebar dengan speed ini bisa menjadi game changer di industri. Pada saat pengujian kita punya perangkat yang sangat terbatas, kita uji dengan Xiaomi Mi 11 dan Huawei Mate 40 Pro,” terang Agus.

Menurutnya, kecepatan ini dirasa sudah lebih cukup untuk semua perangkat baik smartphone atau produk IoT (Internet of Things) lainnya. Kemudian, Agus menjelaskan pita frekuensi yang digunakan yaitu 1.800 Mhz atau 1,8 Ghz memiliki keunggulan latensi yang lebih rendah dibanding frekuensi yang dipakai oleh operator lain untuk jaringan 5G.

Lebar pita 20 Mhz dalam rentang 1837,5 sampai 1857,5 Mhz dirasa sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Agus mengatakan ke depan Indosat akan investasi lebih di spektrum.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button