Target Penyaluran KUR Tahun ini Ada Potensi Ditambah Menjadi Rp285 Triliun

JagatBisnis.com – Pemerintah berencana menambah target penyaluran KUR pada tahun 2021 mencapai Rp285 triliun dari target yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp253 triliun. Namun, penambahan target tersebut masih dalam evaluasi kinerja penyalur KUR yang digelar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM.

Demikianlah diungkapkan Kepala Bidang Peningkatan Akses Pembiayaan Usaha Mikro Muhammad Subkhan Subkhi, dalam
kegiatan Pembekalan Koordinator dan Tenaga Pendampingan KUR, di Jaya pura, Provinsi Papua, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (13/9/2021).

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan, pemerintah akan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen yang sebelumnya hingga akhir Juni 2021 menjadi sampai Desember 2021. Sehingga, penerima KUR mendapatkan tambahan subsidi bunga KUR dari Januari hingga Desember 2021.

“Maka, pada tahun 2021 ini tidak ada pembatasan penyaluran KUR. Dimana semua sektor ekonomi dapat diberikan KUR. Bahkan, plafon KUR tanpa jaminan hingga Rp100 juta. Realisasi penyaluran KUR tahun 2021 sampai dengan 7 September 2021 berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sebesar Rp177,91 triliun dan diberikan kepada 4.797.772 debitur.

“Rinciannya, KUR Super Mikro sebesar Rp7,54 triliun kepada 855.762 debitur, KUR Mikro sebesar Rp110,17 triliun kepada 3.630.616 debitur, KUR Kecil/khusus sebesar Rp60,18 triliun kepada 310.374 debitur, KUR TKI sebesar Rp15,78 miliar kepada 1.020 debitur,” paparnya.

Menurutnya, target pendampingan KUR Tahun 2021, memberikan pendampingan kepada 7000 pelaku usaha mikro di 10 provinsi. Ada pun jumlah tenaga pendamping sebanyak 230 orang dan dilakukan selama 4 bulan. Maka, satu orang tenaga pendamping memberikan pendampingan kepada 10 usaha mikro setiap bulan.

“Pendampingan kepada usaha mikro untuk mengakses pembiayaan melalui KUR dilaksanakan melalui koordinasi antara Deputi Bidang Usaha Mikro dengan Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota serta Penyalur KUR,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas Perindagkop, UMKM, dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Samuel Kareth menambahkan realisasi penyaluran KUR di Papua sampai dengan 7 September 2021, berdasarkan data SIKP sebesar Rp1,41 triliun kepada 31.299 debitur. Dengan potensi besarnya penyaluran KUR ini, tentunya akan memberikan dampak positif yang dapat dirasakan seluruh pelaku usaha mikro di provinsi Papua.

“KUR menjadi daya dorong pelaku UMKM di Papua untuk meningkatkan produksi melihat peluang pasar di event PON XX Papua Tahun 2021 dan PEPARNAS XVI Papua Tahun 2021.
Melalui program KUR yang terus berlanjut, diharapkan dapat merubah mindset dan pola pikir pelaku usaha untuk lebih mandiri dan tidak tergantung pada hibah pemerintah,” pungkas Samuel. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button