Suku Bunga Kredit Perbankan Tak Kunjung Turun

JagatBisnis.com –  Pihak Badan Perwakilan Orang (DPR) ikut ambil ucapan hal kaum bunga kredit perbankan yang tak menyambangi turun. Sebaiknya, bunga kredit pula kilat membiasakan rendahnya kaum bunga referensi bank Indonesia pada tahun ini.

Begitu juga diketahui, Rapat Badan Gubernur( RDG) Bank Indonesia pada 17- 18 Februari 2021 memutuskan untuk menurunkan BI 7- Day Reverse Repo Rate sebesar 25 dasar poin jadi 3, 5 persen.

Delegasi Pimpinan Komisi XI DPR RI Fathan Subchi mengatakan, situasi ini tidak terbebas dari wewenang Daulat Jasa Finansial (OJK). Sepatutnya, lanjut ia, OJK dapat mendesak bank untuk menurunkan kaum bunga kredit.

” Terdapat apa ini sebenarnya? BI sudah sungguh- sungguh menggenjot kaum bunga diturunkan tetapi realitas di alun- alun masih belum membuktikan tanda- tanda koreksi,” tutur ia dalam dialog virtual, Rabu, 24 Februari 2021.

Fathan bahkan beranggapan terdapat sistem jasa finansial terselimuti yang sedang diaplikasikan di tengah rendahnya tren kaum bunga referensi BI. Karena, likuiditas perbankan pula dituturkan banyak.

” Bank pula mengatakan likuiditas menumpuk, tidak terdapat permohonan, ini di mana missing link nya itu, guna intermediasi bank di mana. Apakah ini sejenis sistem yang diatur dengan cara bisik- bisik ataupun gimana,” tuturnya.

Bank Indonesia terdaftar telah menurunkan kaum bunga referensi sebesar 225 dasar poin( bps). Sementara itu, kaum bunga simpanan bank turun 181 bps jadi 4, 27 persen, sedangkan kaum bunga kredit terkini turun 83 bps jadi 9, 7 persen.

Atas dasar ini, Kepala Unit Kebijaksanaan Makroprudensial BI, Juda Agung bahkan beranggapan, situasi ini menunjukkan perbankan mau mengutip profit di tengah tren penyusutan kaum bunga referensi.

Karena, beda antara tingkatan kaum bunga referensi BI dengan tingkatan kaum bunga kredit ditegaskannya amat besar. Di sisi, penyusutan kaum bunga simpanan lebih kilat dibanding kaum bunga kredit.

” Ini nampak spread- nya amat bertambah, ini malah mengalami pelebaran artinya bank- bank coba mendapatkan profit yang lebih di saat semacam ini,” dempak Juda, 22 Februari 2021. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button