Stres Bikin Rambut Beruban, Ini Buktinya

JagatBisnis.com – Rambut ubanan ternyata tidak cuma karena berumur lanjut umur saja. Saat ini sudah banyak kanak- kanak belia yang pula sudah memiliki rambut putih, lalu apa faktornya.

Bagi sebuah riset terkini yang dilakukan oleh sebagian periset di Universitas Columbia, terdapat ikatan antara tekanan pikiran dan rambut ubanan.

Para periset di Vagelos College of Physicians and Surgeons telah menemukan fakta kuantitatif awal yang mengaitkan tekanan pikiran intelektual dengan rambut ubanan pada orang. Penemuan ini saat ini telah diterbitkan di harian eLife, demikian diambil dari Times of India.

Walaupun kelihatannya impulsif kalau tekanan pikiran bisa memesatkan rambut putih, para periset kaget menemukan kalau usus besar rambut bisa dipulihkan kala tekanan pikiran dihilangkan. Sebuah penemuan yang kontras dengan riset baru- baru ini pada tikus yang membuktikan kalau rambut putih yang diinduksi tekanan pikiran bertabiat permanen.

Riset ini memiliki signifikansi yang lebih besar daripada mengonfirmasi pemikiran kuno tentang dampak tekanan pikiran pada warna rambut, tutur pengarang tua riset itu Martin Picard, PhD, guru besar medis sikap( dalam psikiatri dan neurologi) di Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons.

” Menguasai metode yang membolehkan rambut putih berumur untuk kembali ke kondisi belia berpigmen bisa menciptakan petunjuk terkini tentang elastisitas penuaan orang dengan cara biasa dan gimana perihal itu dipengaruhi oleh tekanan pikiran,” tutur Picard.

“ Informasi kita menaikkan terus menjadi banyak fakta yang membuktikan kalau penuaan orang tidaklah cara biologis yang linier dan tetap, tetapi mungkin, paling tidak beberapa, dihentikan ataupun bahkan dibalik untuk sementara durasi,” tuturnya.

Menekuni rambut sebagai jalur untuk menyelidiki penuaan

Bagi Picarc, serupa semacam cincin di batang tumbuhan menaruh informasi tentang dasawarsa terakhir dalam kehidupan tumbuhan, rambut kita bermuatan informasi tentang sejarah biologis kita.

” Kala rambut masih terletak di dasar kulit sebagai folikel, mereka angkat tangan pada akibat hormon tekanan pikiran dan keadaan lain yang terjadi dalam benak dan badan kita. Sedemikian itu rambut berkembang dari kulit kepala, mereka membeku dan membeku dengan cara permanen eksposur ini jadi wujud yang normal.”

Walaupun orang telah lama yakin kalau tekanan pikiran intelektual bisa memesatkan rambut ubanan, para akademikus telah memperdebatkan ikatan itu karena minimnya tata cara sensitif yang bisa dengan cara tepat mengkorelasikan durasi tekanan pikiran dengan pigmentasi rambut pada tingkatan folikel tunggal.

Merelaikan rambut untuk mengabadikan pigmentasi rambut Ayelet Rosenberg, pengarang awal riset itu dan seorang mahasiswa di makmal Picard, meningkatkan tata cara terkini untuk membekuk lukisan yang amat perinci dari sayatan kecil rambut orang untuk mengukur tingkatan kehabisan melamin( rambut putih) di masing- masing rambut. Setiap sayatan, sekitar 1 atau 20 mm lebarnya, menggantikan sekitar satu jam perkembangan rambut.

” Jika Kamu menggunakan mata Kamu untuk melihat rambut, itu akan nampak semacam warna yang serupa di semua melainkan terdapat peralihan besar,” tutur Picard.

” Di dasar pemindai pernyataan besar, Kamu melihat alterasi warna yang kecil dan lembut, dan seperti itu yang kita ukur.”

Kembali kewarna asal

Para periset menganalisa rambut orang dari 14 volunter. Hasilnya dibanding dengan novel setiap hari tekanan pikiran masing- masing sukarelawan, di mana orang dimohon untuk meninjau penanggalan mereka dan memperhitungkan tingkatan tekanan pikiran setiap minggu.

Para periset segera mengetahui kalau sebagian rambut putih dengan cara natural mendapatkan kembali warna aslinya, yang belum sempat didokumentasikan dengan cara kuantitatif.

Kala rambut disejajarkan dengan novel setiap hari tekanan pikiran oleh Shannon Rausser, pengarang kedua di atas kertas dan seorang mahasiswa di makmal Picard, ikatan yang mencolok antara tekanan pikiran dan rambut ubanan terbongkar dan, dalam sebagian permasalahan, retrogresi rambut putih dengan lenyapnya tekanan pikiran.

” Terdapat satu orang yang berangkat berlibur, dan 5 lembar rambut di kepala orang itu kembali hitam selama liburan, berbarengan dalam durasi,” tutur Picard.

Salahkan koneksi pikiran- mitokondria

Untuk lebih menguasai gimana tekanan pikiran menyebabkan rambut ubanan, para periset pula mengukur kadar ribuan protein di rambut dan gimana kadar protein berganti sejauh setiap rambut.

Pergantian 300 protein terjadi kala warna rambut berganti, dan para periset meningkatkan model matematika yang membuktikan kalau pergantian mitokondria yang diakibatkan oleh tekanan pikiran bisa menjelaskan gimana tekanan pikiran mengganti rambut ubanan.

” Kita kerap mengikuti kalau mitokondria merupakan generator daya sel, tetapi itu bukan salah satunya kedudukan yang mereka mainkan,” tutur Picard.” Mitokondria sebenarnya semacam antena kecil di dalam sel yang merespons sejumlah tanda berlainan, termasuk tekanan pikiran intelektual.”

Ikatan mitokondria antara tekanan pikiran dan warna rambut berlainan dari yang ditemukan dalam riset baru- baru ini pada tikus, yang menemukan kalau rambut putih yang diakibatkan oleh tekanan pikiran diakibatkan oleh lenyapnya sel benih dalam folikel rambut dengan cara permanen.

” Informasi kita membuktikan kalau rambut putih bisa dibalikkan pada orang, yang berimplikasi pada metode yang berlainan,” tutur kawan pengarang Ralf Paus, PhD, guru besar dermatologi di Fakultas Medis Universitas Miami Miller.

” Tikus memiliki hayati folikel rambut yang amat berlainan, dan ini mungkin ilustrasi di mana penemuan pada tikus tidak diterjemahkan dengan bagus ke orang.”

Pigmentasi balik rambut cuma mungkin untuk sebagian orang Mengurangi tekanan pikiran dalam hidup Kamu merupakan tujuan yang bagus, tetapi itu tidak dan merta mengganti rambut Kamu jadi warna wajar.

” Berdasarkan pemodelan matematika kita, kita berpikir rambut butuh mencapai ambang batasan saat sebelum berganti jadi abu- abu,” tutur Picard.

” Pada umur catok berumur, kala rambut mendekati ambang batasan itu karena umur biologis dan faktor yang lain, tekanan pikiran akan mendorongnya melampaui ambang batasan dan peralihan jadi abu- abu. Tetapi kita tidak berpikir kalau mengurangi tekanan pikiran pada umur 70 tahun yang telah ubanan selama bertahun- tahun akan menggelapkan rambut mereka ataupun tingkatkan tekanan pikiran pada anak berumur 10 tahun akan lumayan untuk membuat rambut mereka melampaui ambang abu- abu,” Picard merumuskan.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button