Solo Great Sale 2021, Strategis Genjot Pertumbuhan Bisnis UMKM

JagatBisnis.com – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) siap berkontribusi menyukseskan event Solo Great Sale 2021 yang diadakan mulai tanggal 1-31 Oktober 2021 di Solo, Jawa Tengah. Event ketiga belas ini sebagai ajang yang sangat penting untuk mendorong UMKM di wilayah Solo, Jawa Tengah agar usahanya bisa bangkit kembali usai diterpa pandemi Covid-19.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengapresiasi inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang cukup sukses menyelenggarakan event tahunan tersebut karena terbukti bisa mendorong meningkatnya omzet UMKM. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini diperlukan terobosan agar produk UMKM bisa laris yang diawali dari konsumen lokal.

“Praktik baik Pemkot Solo tersebut sebaiknya direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya agar pasar baru bagi produk UMKM di wilayah masing-masing bisa terbentuk. Karena saat ini yang perlu digenjot adalah omzet UMKM, maka gerakan belanja adalah gerakan yang tepat. Gerakan belanja di pandemi itu juga dinilai ibadah karena bisa menolong banyak orang,” katanya seperti keterangan tertulis yang diterima di Jakara, Sabtu (2/10/2021)

Teten meyakini gelaran ini bisa meraup transaksi Rp800 miliar. Namun dengan potensi produk UMKM Kota Solo yang beragam dan berdaya saing tinggi target tersebut seharusnya bisa meningkat hingga dua kali lipat. Makanya, untuk memaksimalkan potensi produk UMKM di pasar digital ini pihaknya, siap melakukan berbagai upaya lanjutan.

“Seperti pendampingan kepada UMKM, rebranding produk UMKM, perluasan akses pasar, hingga fasilitasi pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM). Karena kami ingin jadikan UMKM masa depan dengan produk berdaya saing tinggi berbasis produk kreatif dan teknologi,” ujar Teten.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, UMKM yang akan tumbuh besar adalah UMKM yang bisa masuk dalam sistem rantai pasok industri. Karena saat ini sebanyak 99 persen dari industri manufaktur adalah berasal dari IKM (industri kecil menengah). Selain itu sebanyak 66 persen serapan tenaga kerja berasal dari IKM. Namun sayangnya jumlah yang besar tersebut kontribusi IKM terhadap pertumbuhan industri secara umum masih kecil yaitu hanya 21 persen.

“Nah ini menjadi PR kita bersama, nilai output dari IKM terhadap industri secara keseluruhan masih rendah. Jadi kunci keberhasilan membina IKM untuk bisa tumbuh hanya dua yaitu harus menjadi bagian rantai pasok industri besar atau naik kelas jadi industri besar sendiri,” papar Agus. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button