Sebelum WSBK Mandalika, Gubernur NTB Janji Benahi Kualitas Marshall

JagatBisnis.com – Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengajak semua pihak untuk memperbaiki kekurangan yang diakibatkan penundaan pada lomba balap motor Idemitsu Asia Talent Cup di Sirkuit Mandalika di Kuta, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (14/11). Ia berjanji mengomunikasikan persoalan marshall dengan penyelenggara lomba.

Zulkieflimansyah melalui siaran resminya, Senin (15/11) mengatakan, tertundanya race Idemitsu Asia Talent Cup tentu mengecewakan banyak pihak, terutama warga yang sudah berada di arena.

”Namun, demi keselamatan pebalap, race ATC ditunda minggu depan, (dan digelar) bersama penyelenggaraan World Superbike,” tulis Zulkieflimansyah.

Seperti diberitakan, dua race awal IATC seharusnya digelar pada Minggu siang dan sore di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika. Lomba itu sekaligus menjadi ajang uji coba Sirkuit Mandalika. Namun, karena alasan faktor keselamatan pengendara yang belum terpenuhi, race ditunda ke akhir minggu ini.

Pihak penyelenggara dalam hal ini Dorna Sports dan Mandalika Grand Prix Association selaku promotor lokal menyampaikan informasi penundaan lewat laman resmi asiatalentcup.com.

IATC seharusnya digelar dalam empat race. Dua race pada Minggu kemarin dan dua race lagi pada ajang World Superbike (WSBK). Namun, dengan penundaan itu, seluruh race akan berlangsung saat WSBK nanti.

Pemimpin Perlombaan Dyan Dilato mengatakan, faktor keselamatan pengendara yang belum terpenuhi ada beberapa jenis. Seperti beberapa bagian lintasan belum bebas dari debu, pit yang belum semua siap, dan marshall yang belum siap, baik dari sisi jumlah maupun kemampuan.

Marshall sendiri adalah petugas lomba yang memperlancar jalannya lomba. Mereka bertugas mengibarkan bendera jika ada insiden, mengangkat papan pengumuman, menolong pembalap yang terjatuh, dan memadamkan kebakaran.

Zulkieflimansyah membenarkan jika tertundanya race karena belum siapnya standar dan jumlah marshall dari yang seharusnya.

”Namun, dari masukan-masukan yang datang dari para marshall, kesalahan ternyata bukan semata pada mereka, melainkan juga pada penyelenggara kegiatan. Persiapan yang terbatas dan komunikasi dengan penyelenggara dianggap sebagai salah satu masalah utama,” kata Zulkieflimansyah.

”Para marshall ini adalah putra-putra daerah kita yang sebenarnya bersemangat untuk menyukseskan acara kita ini,” kata Zulkieflimansyah.

Menurut Zulkieflimansyah, kesediaan mereka untuk menjadi marshall bukan karena pertimbangan-pertimbangan finansial. Namun, semata karena ingin berkontribusi dan membuat sejarah di tempat kita sendiri. Ada rasa bangga karena bisa mengambil bagian di ajang yang luar biasa ini.

Oleh karena itu, Zulkieflimansyah berjanji untuk menjembatani komunikasi para marshall dengan penyelenggara. Zulkieflimansyah berharap kesalahpahaman bisa diluruskan dan perbaikan-perbaikan bisa dilakukan agar ajang utama, yaitu WSBK dan MotoGP, dapat terselenggara. (pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button