Sadis, Gaji Guru Magang di Ruangguru Kecil

JagatBisnis.com –  Dunia maya dihebohkan dengan kelakuan startup pembelajaran digital Ruangguru yang menggaji guru dengan nominal kecil. Hal ini bermula dari viralnya unggahan dari @NathPribady yang berisikan tangkapan layar keluhan bekerja di Ruangguru dengan gaji kecil.

Dia mempertanyakan apakah Ruangguru merupakan ruang bagi guru atau ruang untuk magang. “ruang guru atau ruang intern,” kicau @NathPribady, Sabtu (13/3/2021).

Sementara akun @margianta menyinggung soal startup yang menghabiskan miliaran rupiah untuk iklan dan menggaji guru magang dengan rendah. Bahkan, dia sampai menginggung soal sosok yang menjadi penasihat Presiden.

“Startup yang menghabiskan miliaran untuk iklan dan acara TV adalah startup yang sama yang mengandalkan guru magang yang terlalu banyak bekerja dengan gaji rendah. Oh, penemunya pernah menjadi staff presiden,” ujar @margianta.

Co-Founder dan CPO Ruangguru, Iman Usman tampak merespon polemik mengenai program magang dan pengupahan di Ruangguru. Dia memberi penjelasan panjang lebar terkait hal itu, salah satunya menegaskan bahwa Ruangguru membayar upah pegawai magang secara kompetitif.

Tidak seperti banyak perusahaan lain, dia mengingatkan tidak ada pegawai magang yang tidak digaji di Ruangguru.

“Kami membayar semua intern kami secara kompetitif (tidak sama rata, tergantung bidang, freelance type of work, dll– dan sudah sama atau lebih tinggi dari startup lain bahkan yg lebih besar dr kami). Angka2 yg disebut makanya bisa berbeda2,” kicau @imanusman.

Head of Corporate Communications, Anggini Setiawan yang menjelaskan pihaknya selalu mendengarkan masukan dari berbagai pihak serta mengevaluasi untuk memperbaiki sistem secara berkelanjutan.

“Semua sistem dan tata kelola kepegawaian sudah sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang ada. Namun, kami tetap berkomitmen untuk terus mendengar dan menindaklanjuti aspirasi dari seluruh karyawan, termasuk peserta magang. Kami telah menampung berbagai masukan dalam beberapa hari ini dan meninjau ulang kebijakan perusahaan, khususnya mengenai program pemagangan,” kata Anggini.

“Praktik baik yang sudah berjalan akan dilanjutkan dan ditingkatkan lagi. Namun hal-hal yang perlu diperbaiki juga sudah menjadi catatan untuk perbaikan ke depannya,” ucapnya.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button