Permintaan Maaf Wali Kota Malang Soal Kasus Gowes Langgar Aturan PPKM

JagatBisnis.com –   Wali Kota Malang Sutiaji meminta maaf dengan cara langsung ke khalayak atas kegaduhan yang ia perbuat. Ia bersama puluhan kaum bersepeda ataupun gowes ke Tepi laut Tersohor Merak, Kabupaten Malang, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat III.

Jadi atensi khalayak, karena kaum gowes ini diduga memforsir masuk ke kawasan Tepi laut Tersohor Merak. Karena, sesuai Instruksi Mendagri pertanyaan PPKM dan Perturan Bupati Malang, Meter Sanusi, semua tepi laut yang terdapat di kawasan Kabupaten Malang masih tutup ataupun belum diperbolehkan buka.

Berita Terkait

” Jadi awal pasti kita atas julukan individu atas julukan institusi. Kita harap maaf yang sebesar- besarnya pada semua warga Bhumi Arema yang kita cintai. Memohon maaf ke semua Forkopimda bukan cuma forkopimda Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu tetapi segenap,” tutur Sutiaji, Kamis, 23 September 2021.

” Karena telah membuat kegaduhan yang terjadi karena peristiwa di hari Minggu kemarin( gowes). Hingga itu kita harap maaf sebesar- besarnya kita orang lazim. Orang tidak kurang ingat dari salah dan bebas,” ucap Sutiaji.

Film dan foto kaum Pemkot Malang gowes ke Tepi laut Tersohor Merak viral di Alat Sosial. Keseluruhan terdapat 40 kaum yang menjajaki gowes dengan arah Kota Malang ke Rute Lingkar Selatan, Kabuapten Malang.

Permasalahan ini sedang didalami polisi. Sebesar 40 orang seperti itu yang menempuh pengecekan oleh Polres Malang.

” Keseluruhan kaum 40 orang. Sudah 3 hari yang lalu kita diperiksa. Jadi berangsur- angsur jadi Senin( kemarin) sudah terdapat diperiksa,” tutur Sutiaji.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Malang Ajun Komisaris Polisi Donny Kristian Baralangi mengatakan tahap sambungan dari investigasi permasalahan ini. Sebesar 40 kaum gowes menempuh swab. Termasuk Orang tua Kota Malang, Sutiaji, Seketaris Wilayah Erik Setyo Santoso dan sebagian orang yang lain yang turut gowes.

” Sebesar 40 orang termasuk dia (Wali Kota Malang),” tutur Donny.

Donny mengatakan alasan melakukan swab karena mereka mau membenarkan kalau kaum partisipan Gowes Pemkot Malang tidak terdapat yang terhampar COVID- 19. Swab dilakukan di Labolatorium Kesehatan Wilayah( Labkesda) Kota Malang dan Polres Malang.

” Swab untuk membenarkan dari para partisipan tidak terdapat yang terhampar. Lokasinya di kota dan di Polres Malang di untuk 2( kaum swab),” tutur Donny. (pia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button