MUI: Peringatan Maulid Nabi Dimaknai Menjaga Persaudaraan Kebangsaan Umat

JagatBisnis.com –  Peringatan Maulid Nabi 2021 jatuh pada Selasa (19/10/2021) atau 12 Rabiul Awal 1443 Hijriah, tentu sangat dinantikan oleh setiap muslim. Namun, Maulid Nabi 2021 pelaksanaannya digeser menjadi Rabu (20/10/2021). Oleh Ulama Indonesia (MUI), peringatan Maulid Nabi kali ini dapat dimaknai menjaga ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan untuk menjadikan negeri yang aman, damai.

Ketua Bidang Kerukunan Antar-Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yusnar Yusuf Rangkuti mengatakan, hal itu seperti saat Nabi Muhammad SAW menjadikan Madinah sebagai negeri madani atau kota yang aman bagi semua masyarakat tanpa memandang agama dan suku.

“Sebagaimana Nabi Muhammad masuk ke Madinah, maka Madinah itu menjadi tanah yang madani, aman, damai, dan sebagainya sampai dengan hari ini. Inilah yang mau dicontoh Indonesia. Dengan masuknya Islam di Indonesia maka akan menumbuhkan kedamaian, kebaikan dan penuh toleransi,” ujar kiai Yusnar, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/10/2021).

Menurut dia, adanya perbedaan suku dan agama di Indonesia menambah dinamika perkembangan Islam. Sehingga masyarakat memahami dan menjadi tahu kalau agama-agama lain yang ada di Indonesia juga mengajarkan cinta terhadap perdamaian. Sehingga semua agama mampu berjalan berdampingan.

“Karena Islam menjadi mayoritas di Indonesia tidak serta merta menjadikan aspek sosiologi-antropologinya mengikuti agama yang kita anut (Islam). Tetapi sebagai mayoritas maka sudah selayaknya kita menaungi dan merangkul saudara-saudara kita sebagai simbol perdamaian antar umat beragama,” ujar Kiai Yusnar .

Dia menjelaskan, dalam tiga konsep ukhuwah yang salah satunya yaitu ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan) menjadi hal yang harus didahulukan. Pada konsep ukhuwah wathaniyah ini seseorang atau sekelompok masyarakat merasa bersaudara dan membina hubungan baik karena merupakan bagian dari satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.

“Harus kita tumbuhkan terus wathaniyah (kebangsaan) kita antara kita dengan bangsa yang lain, dengan agama yang lain juga. Kita tunjukkan bahwa Islam itulah yang menjadi pahlawan, Islam di Indonesia ini bisa menjadi motor penggerak apa saja,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga ukhuwah wathaniyah. Misalnya dengan memberikan bantuan-bantuan sosial, terlebih ketika pandemi covid-19 ini, yang sejatinya masyarakat golongan mampu harus peka untuk menolong orang-orang di sekitarnya tanpa mempedulikan perbedaan suku dan agama.

“Jangan lagi kita pikirkan ‘ini pemerintah belum memberi’, jangan kita pikirkan itu. Kita jalan saja. Pemerintah mau mendukung, silahkan. Kalau belum bisa, apa boleh buat. Sebagai umat Islam, kita akan tetap jalan untuk kebaikan,” tutupnya. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button