Minamas Plantation Cegah Karhutla dengan Bangun Kemandirian Desa

jagatBisnis.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hampir setiap tahun terjadi berulang di Indonesia. Oleh sebab itu, banyak cara yang bisa dilakukan untuk perlindungan lingkungan dalam upaya pencegahan Karhutla pada tahun 2021. Seperti yang dilakukan Minamas Plantation untuk terus berkomitmen memastikan tidak terjadi karhutla.

“Untuk mengedukasi masyarakat dan membangun kesadaran semua pihak, kami mewujudkan kemandirian Desa melalui Program Desa Mandiri Cegah Api (DMCA) di Kalimantan Barat. Apalagi sejak awal, kami selalu menerapkan praktik kebijakan zero burning untuk mencegah karhutla saat musim kering,” kata CEO Minamas Plantation, Shamsuddin Muhammad dalam seminar virtual yang bertema “Strategi Multipihak Industri Sawit Dalam Mencegah Karhutla 2021”, Kamis (17/12/2020).

Dia menjelaskan, program DMCA yang dibentuk sejak tahun 2014 ini dilaksanakan di setiap desa-desa sekitar operasional perusahaan. Hingga kini sudah mencapai 34 desa atau mencakup total area desa binaan seluas 161 ribu hektare. Melalui program DMCA tersebut, pemahaman akan bahaya karhutla dapat terus meningkat di masyarakat secara luas.

“Kami juga terus memantau situasi untuk penangganan kebakaran hutan  di seluruh lokasi perusahaan dengan seksama. Pemantauan tersebut dilakukan setiap hari melalui sistem Plantation Location Intelligent Universal Management (latinum) dengan menggunakan data-data dari satelit pada titik panas di peta area konsesi untuk dapat mendeteksinya dengan cepat,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Kasdi Subagyono, mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh Minamas Plantation. Oleh sebab itu, hal ini harus direplikasi sebagai role model atau bahkan menjadi centre of excellence. Selain itu, semoga poin-poin dari hasil diskusi ini dapat menjadi pedoman sehingga kesiapan setiap pihak dalam pencegahan Karhutla menjadi lebih optimal.

“Semua pihak harus berkolaborasi dan bekerja sama dalam upaya pencegahan karhutla tahun depan. Selain membuat regulasi dan bersinergi dengan instansi terkait, kami juga membentuk Brigade Kebakaran Lahan Perkebunan dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di Provinsi, Kabupaten/Kota yang wilayahnya sering terjadi kebakaran lahan,” pungkasnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button