Melalui Jalur Tikus, Sejumlah Warga Akhirya Bisa Berziarah

JagatBisnis.com – Beberapa masyarakat warga sukses melampaui razia penyekatan untuk berkunjung ke kuburan anggota keluarga mereka walaupun penguasa telah mencegah aktivitas itu karena bisa mengakibatkan gerombolan.

Di Tempat Penguburan Biasa Selapajang, Kota Tangerang, Banten, misalnya, sejumlah masyarakat sukses masuk zona itu setelah melampaui sejumlah jalur pengganti alias rute tikus yang tidak dilindungi oleh aparat.

Erny, salah seorang masyarakat asal Kota Tangerang Selatan, berterus terang beliau dan keluarganya dapat berkunjung setelah melampaui rute tikus.” Gapura TPU Selapajang memang tutup, dikunci, terdapat pengawal pula di depannya, makanya kita melalui jalur tikus. Hanya memang masuknya enggak dapat banyak- banyak, esok kedapatan,” tuturnya.

Jalur tikus itu ialah gang masyarakat yang terdapat di sisi TPU, dan ialah salah satunya akses yang dapat langsung merambah zona penguburan. Gang itu tidak dilindungi oleh aparat walaupun sudah diberi pelindung yang tetap saja dapat ditembus pesepeda motor.

Bagi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Kawasan tinggal, dan Pertanahan Kota Tangerang, Tatang, selama era pelarangan, semua TPU di wilayahnya akan dilindungi kencang aparat, salah satunya di TPU Selapajang.

Dinas bertugas serupa dengan Satpol PP Kota Tangerang untuk menyekat warga yang akan berkunjung, tidak hanya pula memasang spanduk- spanduk peringatan supaya masyarakat tidak berkunjung.

Posisi Wisata

Di tempat terpisah, Kepala Polres Kota Tangerang Kombes Angket Ajaran Sri Bintoro meninjau penerapan aturan kesehatan di subjek darmawisata Tepi laut Tanjung Pengait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Ia mau membenarkan salah satu pandangan aturan kesehatan, ialah pemisahan jumlah wisatawan maksimal 50 persen, betul- betul dilaksanakan.

Ia pula memeriksa datangnya para wisatawan, karena yang dibolehkan melancong ke Tepi laut Tanjung Pengait cumalah masyarakat warga yang berawal dari Kabupaten Tangerang. Para wisatawan pula harus menggunakan masker, melindungi jarak, dan tidak membuat gerombolan.“ Dan amat direkomendasikan membuat hand sanitizer,” ucapnya.

Ajaran pula meminta para pengelola subjek darmawisata untuk menyediakan sarana mencuci tangan, dan memasang slogan imbauan aturan kesehatan.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button