Manulife Lengkapi Layanan dan Pemasaran Online di Masa Pandemi

jagatBisnis.com —Pandemi Virus Corona belum mereda. Dampaknya sangat terasa di dunia bisnis dan ekonomi. Menanggapi dampak tersebut Manulife Indonesia memaksimalkan layanan untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan para tenaga pemasar dengan inovasi berbasis terknologi, e-policy untun nasabah dan MiRecruit untuk tenaga pemasar.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland, mengatakan inovasi ini dilakukan di tengah situasi pandemi yang dimaksudkan untuk terus memberikan kemudahan layanan, baik untuk nasabah maupun tenaga pemasar sehingga semakin hari semakin baik. Karena pihaknya menyadari, pemberlakuan physical distancing ini memberikan pengaruh besar dalam tren perilaku belanja konsumen. Bahkan, diprediksi perubahan perilaku ini akan bertahan hingga setelah masa pandemi berakhir dan menjadi new normal.

“Masa pandemi ini justru memacu kami untuk semakin cepat beradaptasi melalu  berbagai inovasi. Kami memacu inovasi dan mengoptimalkan digitalisasi yang sudah menjadi fondasi strategis perusahaan sejak awal berdiri. Pelayanan dan pemasaran produk dilakukan secara online,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (28/01/2021).

Dia menjelaskan, data Survei Manulife Asia Care 2020, penggunaan teknologi digital berskala besar selama pandemi terlihat di antara responden di seluruh Kawasan Asia. Tapi di Indonesia, penggunaan digital nampak lebih jelas lagi. Dari 300 responden nasabah asuransi di Indonesia, hampir 100 persen telah mengadopsi kebiasaaan gaya hidup baru sejak wabah Covid-19 melanda.

“Mayoritas kebiasaan baru ini meliputi gaya hidup lebih sehat dan meningkatnya ketergantungan pada layanan online dan digital. Semua itu menjadi keharusan karena masyarakat melakukan physicaldistancing,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, lanjutnya, e-policy hadir agar nasabah dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang diperlukan terkait polis asuransi. Maka berdasarkan ketentuan, polis tersebut dapat diakses kapan dan dimana saja. Sedangkan, MiRecruit hadir untuk membantu para tenaga pemasar dalam mempercepat proses administrasi dan memantau seluruh proses tahapan rekrutmen.

“Selain mempermudah proses rekrut, proses ini pun bermanfaat untuk efisiensi penggunaan kertas dan ramah lingkungan. Para tenaga pemasar tidak perlu mengirimkan dokumen, mereka dapat melakukan proses submit dokumen yang dibutuhkan melalui fitur yang tersedia di aplikasi MiRecruit. Tahapan proses perekrutan ini mempersingkat waktu dari yang semula memakan waktu berkisar seminggu menjadi kurang lebih sekitar satu jam,” paparnya.

Menurutnya, hingga saat ini, MiRecruit telah berkontribusi terhadap perekrutan sebesar 46 persen dari jumlah keseluruhan jumlah calon agen yang mendaftar melalui aplikasi. Para agen baru tersebut berkomitmen untuk melayani kebutuhan finansial di setiap tahap kebutuhan nasabah. Saat ini ada lebih dari 9.000 agen yang tersebar di seluruh wilayah nusantara.

“Selain melakukan inovasi dengan pemanfaatan teknologi, saat menghadapi pandemi kami terus melakukan kewajiban untuk membayar klaim terkait Covid- 19 sebesar Rp101 miliar hingga 7 Januari 2021. Kami juga membayarkan klaim per November 2020 (data un-audited) sebesar Rp4.9 triliun atau setara dengan Rp13 miliar per hari atau Rp559 juta per jam,” tutupnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button