Lokasi Crowd Free Night akan Ditambah

JagatBisnis.com –  Crowd Free Night dianggap sukses menurunkan pergerakan warga di 4 kawasan yang diaplikasikan, Crowd Free Nightdiaplikasikan mulai di Sudirman- Thamrin, kawasan SCBD, kawasan Asia- Afrika, sampai kawasan Kemang.

4 kawasan ini diseleksi karena dianggap masih sering ditemukan terbentuknya gerombolan di posisi, sebagian posisi gerombolan di tepi jalur di posisi itu juga diklaim menurun karena CFN.

Berita Terkait

Bagi Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo, Ketua Lalu Rute Polda Metro Berhasil, berterus terang grupnya membuka kesempatan menaikkan titik kebijaksanaan Crowd Free Night(CFN) di Bunda Kota.

Untuk itu, dalam seminggu ke depan grupnya akan melakukan penilaian kembali posisi lain di Jakarta yang pula akan mempraktikkan CFN. Akan dipetakan posisi mana saja yang mungkin mengalami rawan pelanggaran aturan kesehatan COVID- 19 pada malam hari.

” Esok jika misalnya dalam seminggu ke depan ditemukan posisi yang lain yang terdapat pelanggaran prokes esok dapat jadi kawasan itu kita laksanakan crowd gratis night. Tetapi saat ini penerapan CFN penerapannya masih efisien di 4 kawasan yang kita batasi kerumunannya” tutur Sambodo diambil dari Viva.

Semacam diketahui, pemberlakuan Crowd Free Night sendiri diberlakukan pada akhir minggu dan hari prei yang lain dengan filterisasi berhati- hati dan kencang dan kendaran khusus saja yang bisa melintas.

Kebijaksanaan itu diberlakukan dengan 2 langkah ialah diberlakukan sejak jam 22. 00- 24. 00 Wib dan 24. 00- 04. 00 Wib.

Jam 22. 00- 24. 00 Wib Crowd Free Night dilaksanakan dengan melakukan filterisasi berhati- hati.

Artinya, polisi akan memilah alat transportasi yang bisa melintas. Pada langkah ini, polisi akan melakukan pemilahan alat transportasi. Klub motor, arak- arakan motor, dan sejenisnya dilarang melintas.

Sesi selanjutnya merupakan filterisasi kencang yang dilaksanakan pada jam 00. 00- 04. 00 Wib. Pada jam- jam itu cuma alat transportasi khusus yang bisa melintas.

Ada dispensasi saat Crowd Free Night semacam ambulans pula alat transportasi kepunyaan masyarakat yang memang bermukim di posisi diberlakukannya ketentuan itu. (pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button