Langka, Tabung Oksigen Dijual hingga Rp6,5 Juta

JagatBisnis.com – Kebutuhan zat asam di wilayah DKI Jakarta lalu bertambah. Perihal ini membuat zat asam jadi terus menjadi sangat jarang di tengah permasalahan positif COVID- 19 yang lalu bertambah di Jakarta.

Sebagian gerai pemasaran botol dan isi balik zat asam di Pasar Pramuka, Jakarta Timur senantiasa kehilangan stok zat asam, bagus isi balik ataupun stok botol berukuran 1. 000 liter. Kenaikan kebutuhan warga akan zat asam membuat orang dagang meraup profit yang tak sedikit.

Di Pasar Pramuka pada Rabu siang, 7 Juli 2021 siang, sampai menjelang petang, menghadiri sebagian gerai yang menyediakan zat asam. Pada jam 13. 00 Wib, stok zat asam di seluruh gerai habis tak tertinggal.

Slamet, seorang laki- laki catok berumur yang tiba untuk memuat balik zat asam pada botol berukuran 1. 000 liter cuma sukses mendapatkan setengahnya saja. Ia merupakan orang terkahir yang masih mendapatkan zat asam pada hari ini di Pasar Pramuka.

” Anak aku lagi pengasingan di rumah. Sebelumnya luang ketat nafas, jadi aku belikan zat asam. Dalam 2 hari terkahir, aku sudah 3 kali tiba untuk untuk isi zat asam,” tutur Slamet sembari menarik botol zat asam terisi setengah itu.

Dampak kelangkaan zat asam ini, harga mahal tak jadi perkara sungguh- sungguh untuk masyarakat yang betul- betul membutuhkannya. Masyarakat tetap berupaya untuk mendapatkan zat asam, walaupun harganya lalu bertambah.

Untuk botol zat asam berukuran 1. 000 liter, harganya berkisar antara Rp 3, 5 juta sampai Rp 4 juta. Sedangakan, untuk isi balik zat asam, harganya berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Perbandingan harga ini bisa ditemukan di gerai yang berlainan.

” Jika harga setiap botol dimensi 1. 000 liter itu dari Rp 3, 5 juta hingga Rp 4 juta. Jika untuk isi balik 1. 000 liter, itu harganya saat ini Rp 25 ribu,” ucap salah satu orang dagang di kawasan Pasar Pramuka.

Sementara untuk botol yang berukuran lebih besar, ialah botol zat asam berukuran 6. 000 liter. Harga untuk botol zat asam ini mencapai Rp 5, 5 juta sampai Rp 6, 5 juta.

Salah satu orang dagang di melintas Pasar Pramuka, menawarkan harga yang bermacam- macam pada setiap konsumen. Kala ditanyakan tentang harga botol berukuran 6. 000 liter, orang dagang itu menanggapi kalau harganya Rp 5, 5 juta. Harga ini sudah termasuk zat asam yang diisi penuh, tetapi tidak termasuk regulatornya.

Tetapi, sebagian saat setelah itu, tiba seorang konsumen dan bertanya harga botol dengan dimensi itu. Tanpa pikir jauh, sang orang dagang menanggapi Rp 6, 5 juta.

Harga ini juga membuat konsumen menolak membeli dan memilah mencari di tempat lain.” Aku coba cari di tempat lain lagi. Semoga dapat bisa yang lebih ekonomis,” kata konsumen yang tak ingin dituturkan namanya itu.

Konsumen itu berterus terang mau membeli botol berukuran 1. 000 liter, tetapi beliau takut konsumsinya akan lebih pendek daripada dimensi yang lebih besar. Karena itu, beliau berusaha mencari yang lebih besar, supaya konsumsinya lebih lama.

” Ingin cari yang kecil, tetapi khawatir habis kilat. Jadi maunya cari yang lebih besar supaya lama. Aku cari untuk keluarga yang lagi pengasingan mandiri di rumahnya,” sebutnya.

Kelangkaan zat asam di Jakarta nampak digunakan dengan cara bagus oleh para pedagang. Setiap botol juga dipatok harga yang terhitung amat profitabel, tetapi membuat masyarakat yang menginginkan tak berkutik.

Walaupun penguasa telah menyediakan posko pengisian zat asam free, tetapi itu dikhususkan untuk rumah sakit. Pasti perihal itu serupa sekali tidak penuhi kebutuhan zat asam untuk masyarakat yang memilah menempuh pengasingan mandiri di rumah. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button