Keuntungan Induk Perusahaan Google Kuartal l-2021 Mencapai Rp261 Triliun

JagatBisnis.com – Alphabet, induk perusahaan Google berhasil mencetak pendapatan hingga USD55,3 miliar (Rp801,85 triliun) pada kuartal I tahun 2021. Jumlah tersebut melonjak 34 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dengan jumlah pendapatan itu, perusahaan tersebut mencetak laba sebesar USD18 miliar (Rp 261 triliun).

CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai mengakui, kinerja Alphabet pada kuartal I tahun ini melampaui proyeksi yang dilakukan oleh para analis. Bahkan, Alphabet berencana untuk melakukan buyback saham sebesar USD50 miliar.

“Dalam satu tahun terakhir, keperluan orang-orang untuk menggunakan Google Search dan banyak layanan jasa online terus meningkat agar bisa terinformasi, terhubung, dan terhibur,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/4/2021).

Dia menjelaskan, lini bisnis cloud Google, yang kian diandalkan perusahaan sebagai diversifikasi pendapatan inti perusahaan yang bersumber dari iklan, berhasil memangkas kerugian menjadi USD974 juta dari USD1,7 miliar pada kuartal I tahun lalu.
Bisnis cloud Google pun meningkat 46 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu, yakni menjadi USD4 miliar.

“Layanan Cloud kami telah membantu pelaku usaha bisnis, baik besar dan kecil sekaligus mempercepat transformasi digital mereka. Selain pertumbuhan pendapatan dari iklan serta lini bisnis cloud, pendapatan kami tahun ini juga dikontribusikan oleh kian kuatnya bisnis modal ventura dari perusahaan kami,” paparnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, perusahannya telah menggunakan neraca untuk mengakuisisi perusahaan dengan berbagai ukuran baik di indistri internet, software, hingga beragam industri lain. Dimana teknologi menjadi pemain utama. Perusahaannya juga melakukan investasi di perusahaan rintisan (start up) melalui Google Ventures (GV) serta untuk perusahaan dengan modal yang lebih besar melalui Google Capital (CapitalG).

“Secara keseluruhan, kami mencatat, nilai dari ekuitas sekuritas tertentu tumbuh USD4,84 miliar pada kuartal I-2021, dengan catatan kerugian sebesar USD86 juta. Dengan demikian, masih tercatat pendapatan bersih USD4,75 miliar,” jelasnya. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button