Kepala Daerah di Papua Diminta Jangan Tinggalkan Daerahnya

JagatBisnis.com – Kepala Kepolisian Wilayah Papua Inspektur Jenderal Polisi Mathius D Fakhiri menegaskan kepala wilayah ialah para bupati- wakil bupati di wilayah itu untuk tidak gemar meninggalkan daerahnya, supaya pelayanan rezim dan kemasyarakatan dapat berjalan lebih bagus.

” Jangan hingga setelah dilantik, kampungnya dibiarkan, berangkat ke luar wilayah lalu alhasil pelayanan rezim jadi macet,” tutur Irjen Fakhiri di Timika, Selasa, 16 Maret 2021.

Pada 2020 lalu, sebesar 11 kabupaten di Provinsi Papua yang menyelenggarakan acara acara kerakyatan Pilkada.

Dari 11 kabupaten eksekutor Pilkada di Provinsi Papua itu, 8 kabupaten sudah memutuskan pendamping cabup- cawabup tersaring, dimana 3 pendamping cabup- cawabup tersaring sudah dilantik pada 3 Maret lalu di Jayapura oleh Gubernur Papua Lukas Enembe yang diwakili oleh Delegasi Gubernur Papua Klemen Tinal.

” Esok akan terdapat inaugurasi lagi 4 cabup- cawabup tersaring, sementara 3 wilayah yang lain sementara sedang menuntaskan bentrokan Pilkada di Dewan Konstitusi, jika tidak salah sidangnya bertepatan pada 19 Maret hingga 27 Maret 2021,” jelas Irjen Fakhiri.

Berdasarkan estimasi intelijen, tutur Kapolda Papua, terdapat sebagian wilayah yang dianggap rawan bentrokan.

Sehubungan dengan itu, Kapolda Papua telah meminta perkuatan 3 SSK( Satuan Ekuivalen Kompi) Brimob dari Mabes Polri untuk menolong Polda Papua mengestimasi penjagaan di 3 wilayah yang sedang diproses bentrokan Pilkadanya oleh MK.

” Aku amat berambisi peristiwa semacam di Asmat kemarin itu tidak terulang kembali. Pasti kita wajib mempersiapkan langkah- langkah untuk mengestimasi kemampuan terjadi ketegangan pascaputusan MK,” tutur Irjen Fakhiri yang terkini 2 minggu berprofesi Kapolda Papua mengambil alih Komjen Paulus Waterpauw.

Kapolda Papua menerangkan kalau cara acara kerakyatan Pilkada sudah berakhir. Karena itu, ia berambisi seluruh bagian warga di seluruh kabupaten eksekutor Pilkada wajib bersandar bersama dan sedia menyambut apapun ketetapan MK esok.

” Siapapun yang diputuskan oleh MK sebagai juara, ayo kita hormati itu. Kita bersama- sama mendesak atasan tersaring yang sudah dilantik ataupun yang akan dilantik untuk dapat bertugas membuat daerahnya,” tutur Irjen Fakhiri yang lahir di Manokwari, Papua Barat, 53 tahun lalu itu.

Kapolda Papua berambisi seluruh atasan tersaring di Tanah Papua senantiasa muncul dan terletak di wilayah mereka masing- masing untuk memberikan pelayanan terbaik pada orang yang sudah berikan keyakinan saat pemungutan suara Pilkada berbarengan 2020 lalu.

” Mudah- mudahan mereka seluruh memiliki batin untuk bertugas di daerahnya masing- masing. Aku percaya mereka tentu dapat, bermukim ingin ataupun tidak. Tetapi sebagai Kapolda yang pula ialah anak asli Papua, aku bertanggung jawab untuk mendesak seluruh administratur di Tanah Papua untuk mengelola kampungnya dan memberikan pelayanan terbaik untuk orang,” ucapnya.

Kapolda Papua memesankan akan berperan jelas dalam bagan penegakkan hukum jika terdapat yang main- main dalam mengemban mandat dan keyakinan orang.

” Aku tidak akan mundur dalam bagan penguatan hukum,” tutur Irjen Fakhiri.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button