Kasus Pelecehan Seksual Pegawai KPI Segera Naik Penyidikan

JagatBisnis.com –  Petugas kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat mulai melakukan penajaman kepada permasalahan dugaan pelecehan intim dan perundungan yang dirasakan oleh karyawan KPI bernama samaran MS. Saat ini, polisi telah mengecek korban MS, dan satu orang saksi dari pihak KPI untuk mengenali susunan dugaan permasalahan itu.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan grupnya telah mengecek MS berlaku seperti informan sejak Rabu malam tadi, 1 September 2021. Atas dugaan ini, polisi menggunakan Artikel 289 dan Artikel 281 KUHP untuk disangkakan dalam permasalahan itu.

Berita Terkait

” Dari tadi malam kita sudah cek informan MS dengan dugaan kejahatan Artikel 289 dan ataupun 281 KUHP. Itu artikel yang kita lakukan hingga dugaan,” tutur Setyo, Kamis 2 September 2021.

Setyo menambahkan, grupnya telah mengecek satu orang saksi. Kepolisian dalam perihal ini akan lalu bertugas serupa dengan pihak KPI karena seluruh terlapor ialah karyawan KPI.

” Untuk saksi yang diperiksa masih satu dan kita akan berkolaborasi dengan KPI karena yang dikabarkan seluruhnya merupakan karyawan dari KPI,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Whardana menyampaikan, saksi yang diperiksa merupakan karyawan dari KPI. Saksi itu ialah pengemudi yang bertugas di KPI.

“( Saksi) Dari pihak KPI, karyawan KPI pula. Betul( pengemudi), makanya kan saksi dari pihak KPI dahulu, yang mengenali,” bentang Wisnu.

Narasi MS itu beredar di aplikasi catatan praktis WhatsApp dengan arti meminta atensi akan terdapatnya tindakan pelecehan intim di mana korban dan pelaku merupakan bersama laki- laki.

MS berterus terang telah mengalami perundungan dan pelecehan intim oleh teman sekantornya sejak 2012. Perlakuan tidak mengasyikkan dari teman sekantor itu dituturkan MS, mulai dari diperbudak, dirundung dengan cara lisan ataupun non lisan, bahkan ditelanjangi.

Peristiwa itu lalu terjadi hingga 2014 sampai akhirnya MS didiagnosa mengalami Post Traumatic Stress Disorder( PTSD) usai ke psikolog di Puskesmas Halaman Ekstrak karena terus menjadi merasa tekanan pikiran dan frustrasi.

” Kadangkala di tengah malam, aku teriak- teriak sendiri semacam orang edan. Penelanjangan dan pelecehan itu sedemikian itu membekas, diriku tak serupa lagi usai peristiwa itu, rasanya aku tidak terdapat harganya lagi sebagai orang, sebagai laki- laki, sebagai suami, sebagai kepala rumah tangga. Mereka sukses menumbangkan keyakinan diri aku sebagai orang,” tutur MS dalam pesan terbukanya. (pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button