Kabupaten Tangerang Jadi Pilot Project Pilkades di Masa Pandemi Covid-19

JagatBisnis.com – Kabupaten Tangerang akan menjadi pilot project dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut karena Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disediakan mempraktikkan protokol kesehatan (prokes) yang super ketat. Seperti penyediaan tempat cuci tangan, menggunakan sarung tangan, sampai penyediaan posko vaksinasi untuk warga yang belum sempat divaksinasi.

“Karena memang sejak dilanjutkan lagi setelah penundaan selama dua bulan, Kabupaten Tangerang menjadi kabupaten pertama pelaksanaan Pilkades dengan prokes. Karena banyak hal yang kami catat dan ini menjadi prototipe pelaksanaan Pilkades,” Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo, di TPS 04, Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Minggu (10/10/2021).

Dia menjelaskan, pelaksanaan Pilkades bisa dilaksanakan karena sudah banyak warga yang sudah divaksinasi. Bedanya, warga yang mempunyai hak pilih Pilkades ini pun datangnya tidak menumpuk, sebab, petugas TPS sudah mengatur jam kedatangan.

“Tadi saya tanya langsung sama Ketua TPS 04 ini, ternyata petugasnya membagi jam kedatangan. Jadi malah terlihat sepi, enggak ada penumpukan. Padahal dari 400-an warga yang punya hak suara, sudah tinggal 40 an warga lagi, ini kan bagus,” tutur Yusharto.

Sementara itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menambahkan, ada sebanyak 77 desa di Kabupaten Tangerang melakukan Pilkades serentak, pada Minggu (10/10/2021). Petugas pun menerapkan prokes ketat serta menyiapkan posko vaksinasi bagi warga yang belum divaksinasi.

“Memang sengaja kami sediakan posko vaksinasi, jadi sekaligus mengejar target warga tervaksinasi. Jenisnya Sinovac dan Pfizer. Jadi, apabila warga selesai nyoblos Pilkades, maka langsung diarahkan ke posko vaksinasi. Kalau memenuhi syarat divaksin, maka akan langsung diberikan dosis yang sesuai. Misalnya, ada warga yang belum pernah disuntik, maka akan diberikan dosis pertama. Kalau sudah, maka akan diberikan dosis kedua,” tutup Ahmed. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button