Janji Selesai 2019, Tapi 2021 Belum Juga, Kereta Cepat Dicap Bohongan

JagatBisnis.com – Pakar telekomatika, Roy Surya menyebut bahwa Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebagai bohongan proyek bohongan alias Kecebong atau Kereta Cepat Bohong-bohongan. Hal itu diucapkannya lantaran hingga kini proyek tersebut belum juga selesai padahal janjinya akan beroperasi di tahun 2019 lalu.

“Ini kenapa sejak awal saya sebut kereta cepat Jakarta-Bandung itu sebagai kecebong, alias kereta cepat bohong-bohongan,” katanya melalui cuitannya, @KRMTRoySuryo2, Kamis (25/3/2021).

Roy Suryo kemudian mempertanyakan kereta cepat Jakarta-Bandung, yang awalnya direncanakan akan beroperasi 2019, namun pada kenyataannya hingga saat ini di tahun 2021 masih belum juga beroperasi.

Selain itu, Roy Surga menyinggung anggaran kereta cepat Jakarta-bandung yang membengkak hingga Rp 20 triliun. “Belum lagi sekarang membengkak dan harus ditambal 20 triliun, kalau tidak, proyek PMA Tiongkok tersebut mangkrak. Ambyar,” ujar Roy Suryo.

Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China menyatakan bakal terus mengakselerasi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung untuk mengejar target penyelesaian di tahun 2022. Ihwal adanya kendala dan perubahan di lapangan, perseroan mendorong semua kontraktor untuk mencari solusi efektif agar persoalan dapat teratasi.

“Melalui monitoring rutin mingguan, progres pembangunan dan percepatan yang dilakukan dapat terpantau dan direspon sesegera mungkin, agar target pekerjaan dapat dipenuhi,” ujar Sekretaris Perusahaan KCIC Mirza Soraya dalam jawaban tertulisnya

Mirza berujar berbagai program pembangunan dilakukan perseroan, termasuk pengerjaan sarana dan prasarana lain untuk menunjang operasional kereta cepat Jakarta-Bandung. Untuk mengejar target penyelesaian, kata dia, percepatan progres di setiap titik dilakukan secara komprehensif, sehingga akselerasi pembangunan proyek tersebut bisa terwujud.

“High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC), KCIC, beserta pemanufaktur sarana dan prasarana terkait, dengan didampingi oleh KAI sedang merumuskan check list untuk semua sub-sistem yang dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, baik itu terkait EMU, railway system maupun operasional,” kata Mirza.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button