Jakarta dan Berlin Kerjasama Dukung Ekosistem Startup

JagatBisnis.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Negara Bagian Berlin, Jerman bekerja sama menjalankan proyek “smart change”. Proyek tersebut didanai Uni Eropa untuk meningkatkan pembangunan perkotaan terintegrasi melalui program kemitraan antarkota. Sehingga Jakarta dapat memiliki ekosistem lebih baik yang mendukung ‘startup’ di Jakarta.

“Kami mengapresiasi Sister City Partnership Jakarta-Berlin yang telah memfasilitasi pertukaran dan kolaborasi yang tidak hanya menghasilkan kegiatan nyata bagi kedua kota. Tapi juga telah membuka peluang dan inspirasi khususnya bagi kami di Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam peluncuran Program Designers Lab (PDL) secara virtual Selasa (14/9/2021).

Berita Terkait

Menurutnya, kolaborasi ini sebagai upaya
menggenjot ekosistem Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar segera bangkit dan kembali tumbuh saat pandemi Covid-19. Karena selama pandemi ini program Jakpreneur yang diciptakan bisa dijadikan wadah untuk membuat para pelaku usaha tumbuh lebih cepat.

“Melalui ekosistem di Jakprenuer, kami memfasilitasi pelatihan, keterhubungan pelaku UMKM dengan pasar, institusi keuangan untuk mendorong sisi suplai. Tak hanya itu, dari sisi permintaan juga perlu didorong yang salah satunya dapat dilakukan atas peran dari pemerintah. Sehingga permintaan meningkat dan dapat memicu suplai lebih lanjut dan itu juga berarti kesempatan bagi UMKM,” ungakap Anies.

Pada kesempatan yang sama, Berlin State Secretary for International Affairs, Sawsan Chebli menambahkan, PDL merupakan sarana pelatihan bagi Startup Support Organizations (SSO) untuk mengimplementasikan program kewirausahaan bagi startup di Jakarta. Sehingga program PDL menjadi platform untuk pengembangan kapasitas, berbagi keahlian, dan jaringan kerja antara Berlin dan Jakarta untuk SSO. Tujuannya menyelaraskan program-program SSO dengan visi dan misi Jakarta Smart City.

“Melalui program pelatihan, peserta akan dihadapkan dengan tantangan paling mendesak karena pandemi Covid-19 dengan fokus pada topik smart city, layanan publik, dan mobilitas. Nantinya, seluruh peserta PDL akan mendapatkan pengakuan dan sertifikasi dari Jakarta Smart City untuk selanjutnya dapat menciptakan ekosistem Smart City 4.0,” paparnya.

Dia menambahkan, saat ini ada sebanyak 23 SSO yang berpartisipasi berasal dari berbagai latar belakang, seperti inkubator, akselerator, startup studio, pusat kewirausahaan berbasis universitas, dan inkubator pemerintah. Organisasi-organisasi tersebut mewakili dan telah mendukung lebih dari 5.000 startup di Indonesia.

“Program pelatihan akan diadakan pada periode September dan Oktober 2021 untuk memberdayakan pengusaha, pejabat pemerintah, dan warga negara secara bahu-membahu membentuk kehidupan yang lebih baik. Selain itu, para peserta akan mendapatkan akses jaringan nasional dan internasional, yang berpotensi digunakan dalam pengembangan program di kota dan wilayah lain di Indonesia melalui Make IT Alliance,” tutupnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button