Jaga Indonesia Dari Barang Ilegal, Bea Cukai Parepare Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal

JagatBisnis.com – Bea Cukai Parepare membuktikan komitmennya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Community Protector dengan melindungi masyarakat dari masuknya barang barang ilegal. Bea Cukai Parepare melakukan pemusnahan terhadap rokok dan miras ilegal hasil penindakan beberapa waktu lalu.

Pemusnahan terhadap barang ilegal yang dilaksanakan secara simbolis di area Pelabuhan Nusantara Parepare, turut dihadiri oleh unsur Aparat Penegak Hukum, TNI, perwakilan instansi vertikal kementerian keuangan Kota Parepare, serta perwakilan Pemerintah Kota dan Kabupaten dalam lingkup wilayah pengawasan Bea Cukai Parepare.

Kepala Kantor Bea Cukai Parepare, Nugroho Wigijarto mengungkapkan bahwa kegiatan pemusnahan barang ilegal berupa rokok ilegal sebanyak 1.558.080 batang, serta 14.600 ml miras ilegal, dengan nilai Rp. 1.604.091.600 yang merugikan negara sebear Rp. 1.005.262.756, merupakan bentuk komitmen dan wujud nyata Bea Cukai Parepare dalam mengawasi, mengontrol, dan memberantas peredaran rokok dan miras ilegal sekaligus mengamankan penerimaan negara dari sektor cukai.

Nugroho turut menyampaikan bahwa Program Kampanye Gempur Rokok Ilegal terbukti mampu menekan angka peredaran rokok ilegal.

“Kampanye Gempur Rokok Ilegal yang aktif kita edukasi dan sosialisasikan kepada masyarakat membawa dampak positif terhadap menurunnya angka peredaran rokok ilegal” ujar Nugroho.

Kegiatan pemusnahan secara simbolis dilaksanakan bersama tamu undangan yang hadir, dengan menuangkan MMEA kedalam tong pembuangan, dilanjutkan dengan pembakaran terhadap barang berupa hasil tembakau di tempat yang telah disediakan untuk kemudian dilanjutkan di tempat pembuangan akhir (TPA) Lapadde.

“Apresiasi dan ucapan terima kasih kami ucapkan terhadap seluruh pihak terkait yang telah mendukung pelaksanaan tugas Bea Cukai Parepare dan berharap sinergi, kerja sama, serta koordinasi yang baik dari seluruh pihak semakin kompak dan solid dalam menjaga dan merawat negara kesatuan Republik Indonesia,” tutup Nugroho.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button